"aku akan menceritakan kepadamu tentang Sehun. Dan aku akan menceritakan kenapa kami sangat membenci Chanyeol." Kata Kyungsoo kepadaku.
Setelah berkata begitu, kyungsoo mengajakku ke taman di dekat rumahku. Tepatnya tempat dimana aku mengobati punggung Sehun dulu. Aku ingin tahu apakah keadaan punggung Sehun sudah membaik atau belum...
"kau sudah tahu bukan bahwa chanyeol adalah saudara tiri Sehun?" Tanya Kyungsoo memecah konsentrasiku.
"ya aku sudah tahu, ayah Sehun menikah dengan ibu Chanyeol."
"itu benar. Dulu sebelum sehun tinggal bersama ibunya, dia tinggal bersama ayahnya. Ayahnya sangat menyayangi Sehun, dan ia membawa Sehun yang berumur 3 tahun pergi bersamanya ke Jeju setelah terjadi perceraian dengan ibu Sehun."Aku diam saja dan menyimak cerita Kyungsoo.
"Sehun amat bahagia bersama ayahnya sampai pada akhirnya ayahnya menikah dengan ibunya Chanyeol pada saat ia berumur 6 tahun. Sehun merasa ayahnya lebih menyayangi Chanyeol dari pada dia, dan ayahnya juga lebih perhatian kepada Chanyeol yang 1 tahun lebih muda daripada dia itu. Karena merasa dibedakan, akhirnya Sehun memutuskan untuk tinggal bersama ibunya saat ia berumur 8 tahun.
Ibunya memang memberikan Sehun segalanya, maklumlah ibunya sangat kaya raya.
Walaupun ibunya memberi Sehun segalanya, ibunya sama sekali tak mempedulikan sehun. Dia sangat sibuk bekerja, dia hanya pulang 3 bulan sekali. Aku mulai mengenal sehun saat dia masuk ke SMP yang sama denganku, tetapi dia anak yang amat tertutup, dia sama sekali tidak mempedulikan kami yang berusaha mendekatinya. tetapi semua itu berubah sampai Sehun berumur 14 tahun. sehun mulai membuka dirinya kepada kami dan akhirnya kami mulai akrab. Saat berumur 14 tahun sehun berpacaran dengan irene. Kamu tahu Irene kan?" Tanya Kyungsoo kepadaku, dan aku mengangguk.
"ya, dia sangat menyayangi Irene. Bisa kulihat itu. Dan pada saat itu sehun juga cukup akrab dengan Chanyeol. Chanyeol datang ke Seoul dengan tujuan untuk liburan pada saat itu. Dan kami juga menganggap dia seperti adik kami sendiri, sampai pada akhirnya dia
merebut Irenedari Sehun dan berpacaran dengannya. Dan sejak saat itulah kami membenci Chanyeol. Dia bukan hanya merebut ayah sehun saja, tapi dia juga merebut Irene yang amat dicintai oleh sehun Jadi sebaiknya kau berhati2 dengan Chanyeol. Dia itu licik, tak seperti kelihatannya. Kuharap kau menyadari itu nona kim." Aku hanya tercengang mendengar cerita Kyungsoo. Tak kuduga Chanyeol begitu tega terhadap Sehun kakaknya sendiri.
Tapi bagaimana dengan sehun yang mencium Irene? Apakah sehun masih mencintai Irene sampai sekarang?
"jadi... Sehun masih mencintai Irene sampai sekarang?" tanyaku kepada Kyungsoo
"tidak, dia sangat mencintaimu hanna. Dari cara sehun melihatmu ataupun dari caranya berbicara denganmu aku bisa melihat semuanya itu. Dia bahkan lebih mencintaimu daripada dia mencintai Irene dulu." Jawab Kyungsoo.
Sehun selalu memaki2 aku dan melihatku dengan pandangan maut.. itu yang Kyungsoo anggap cara Sehun mencintaiku? Kyungsoo pasti sudah sinting.. -_-'
"aku melihat Sehun mencium Irene di rumah sakit 2 hari lalu, itu bukti kuat kalau sehun masih mencintai Irene bukan? masalahnya, bukan Irene yang mencium sehun. tapi sehun yang mencium Irene."
"ja... jadi, kau melihat mereka berciuman...?" kaget Kyungsoo
"tentu saja! Kau kira kenapa selama ini aku menghindarinya?!"
"hahaha, jadi kau cemburu karena masalah itu??" ledek Kyungsoo
"ap- apa?! Aku tidak cemburu! Si- siapa bilang aku cemburu!" kataku sambil memalingkan wajahku. Bisa kurasakan wajahku memanas karena malu.
"hahaha, mukamu merah sekali dan kau bilang kau tidak cemburu? Hahaha, kau sangat lucu hanna."
"tu- tutup mulutmu!"
"ahahaha, iya2... kalau tentang Sehun mencium Irene, tentu saja aku tahu kenapa."
"kenapa?!" seruku
"yah,,, kau pasti tahu kan sehun bukan tipe yang suka mencium cewek sembarangan?" aku menganggukkan kepalaku
"sebenarnya Sehun mencium Irene demi melindungimu kim hanna."
Apa? Melindungiku? Tapi-
"Kau tahu sendiri sifat rubah betina itu. Aku juga bingung kenapa Sehun bisa mencintainya dulu. Walaupun Irene sangat cantik tapi kepribadiannya benar2 memuakkanku, untung saja dia punya wajah yang cantik sehingga walaupun pribadinya busuk tapi masih ada orang yang menyukainya karena wajahnya itu."
"iya-iya aku tahu dia begitu, lalu apa maksudnya Sehun melindungiku?" tanyaku tak sabar
"oh maaf, aku terbawa suasana karena membicarakan rubah betina itu. Ya, jadi Irene mengancam Sehun akan mengincarmu sebagai bulan- bulanannya. Dia akan menghentikan niatnya untuk menjadikanmu bulan- bulanannya hanya dengan satu syarat.." kata Kyungsoo
"dan syarat yang diajukan rubah betina itu adalah agar sehun menciumnya...?"
"ya, betul sekali. Jadi sehun menciumnya bukan karena sehunmenyukainya, melainkan dia ingin melindungimu..." mendengarnya membuatku seakan disambar petir!
Tak kuduga aku tak memikirkan kebusukan rubah betina itu! Dan aku juga tak menyangka kenapa aku tak mempercayai sehun..sehun melindungiku...
Di melindungiku dan yang kulakukan padanya adalah memilih meninggalkannya dan beralih ke Chanyeol orang yang telah merebut orang-orang yang paling dicintainya... Kini aku mengerti apa maksud Sehun mengatakan, 'lagi2 kau berhasil mengambil milikku' kepada Chanyeol... Ternyata yang dia maksud adalah ini... Maafkan aku sehun...
"sekarang kau sudah tahu kebenarannya, jadi kuharap kau akan kembali kepada Sehun.. dia benar2 kacau beberapa hari ini..."setelah berkata begitu, Kyungsoo pergi meninggalkanku.
Aku masih terduduk di bangku taman saking shocknya. Aku sangat amat bodoh dan aku adalah orang teregois se-dunia!
Bagaimana aku bisa membuang sehun seperti itu? sehun.... Maafkan aku!!
Saat ini aku ingin sekali memeluk sehun dan meminta maaf kepadanya. Aku ingin sekali mendengar maki2annya, aku ingin sekali melihat wajahnya.. Tapi ini sudah malam, jadi besok sajalah aku menemuinya. Kekeke
***
hari ini pelajaran terasa amaaaaaattttttttt
laaaaamaaaaaaaaaaaaa...........
padahal aku ingin sekali cepat2 bertemu Sehun dan meminta maaf kepadanya. Tapi disinilah aku, di toilet terkutuk untuk meluangkan masa2 hukumanku.. Aku tak percaya keinginanku untuk bertemu sehun terhalang oleh WC terkutuk ini! Ugh! Kenapa sih disini bisa begini kotor? Tak bisa apa guru itu lebih bersih sedikit!
Ukh!!!! Aku benci sekali! Siaaaalll!!!!
Akhirnya aku dan jisoo selesai membersihkan WC, dan ini sudah pukul 5 sore. Selalu saja begini, bagaimana kalau aku tidak sempat ke Rumah Sakit untuk bertemu Sehun?? Jadi aku cepat-cepat meninggalkan jisoo supaya aku bisa cepat2 ketemu Sehun. Saat aku keluar meninggalkan jisoo, bisa kudengar suara jisoo sedang memaki2 aku karena meninggalkannya. Maafkan aku kawan, saat ini Sehun lebih penting!
Aku berlari keluar, ukh sialan.. gerbang depan ditutup! Mau tak mau aku harus lewat gerbang belakang...-_-
Aku berlari ke gerbang belakang untuk keluar cepat2, tapi kukurungkan niatku karena aku melihat Chanyeol berada disana. Apa yang dilakukan anak itu disitu?? Saat ini orang yang paling tidak ingin kutemui adalah dia, mendengar apa yang dilakukannya kepada sehun kemarin.
Aku ngumpet di belakang pohon berharap Chanyeol tidak melihatku. Dan tiba2 punggungku ditepuk dari belakang.
"sedang apa kau disini? Bukannya kau mau cepat2 ketemu cintamu itu sampai meninggalkanku??" Tanya jisoo.
"kau mengageti aku saja! Diam, aku sedang ngumpet!" bisikku
"ngumpet? Ngumpet kenapa?"
"aku tak mau bertemu Chanyeol!"
"kenapa begitu?"
karena tak ada pilihan lain, aku menceritakan semua kejadian kemarin kepada jisoo.Jadinya disinilah aku berdua dengan jisoo, berjongkok di belakang pohon seperti maniak saja... -_-
"apa?! Bagaimana bisa orang secakep dia melakukan hal itu kepada Sehun??!" bisik jisoo kepadaku.
"mana kutahu! Anak jaman sekarang kan memang seperti itu" jawabku.
jisoo menjitakku dan berkata,"gaya bicaramu seperti kau bukan anak jaman sekarang saja!"
"kenapa kau harus menjitakku sih?! Kan sakit!" keluhku.
"terserah apa katamu... sekarang aku mau pulang saja, aku capek sekali hari ini. Dan aku tidak mau menemanimu berjongkok di balik pohon ini. Seperti orang gila saja.." setelah berkata begitu jisoo meninggalkanku.
Dasar teman tak setia kawan! Aku kan jadi sendirian disini! Kulihat saat jisoo berjalan melewati Chanyeol di gerbang, Chanyeol memanggilnya dan berbicara kepada jisoo. Aku tak tahu apa yang dibicarakannya. Kemungkinan Chanyeol menanyakan keberadaanku kepada jisoo. Aku melihat jisoo menggelengkan kepalanya kepada Chanyeol, kemungkinan jisoo berkata dia tak tahu aku berada di mana. setelah itu dia pergi meninggalkan Chanyeol.
Sudah 1 jam berlalu, dan matahari sudah terbenam. Chanyeol masih berada di sana. Sebenarnya apa sih yang dia pikirkan dengan terus berada di sana?! Kapan dia akn pergi?! Aku harus cepat2 ke rumah sakit! TT.TT
1 setengah jam berlalu, dan Chanyeol masih berada di situ. Oh ya ampun, apakah dia akan menunggu disitu sampai pagi?! Dan kemungkinan aku akan membusuk bersama pohon ini!
Lalu aku dapat ide, aku akan menaiki dinding! MUAHAHAHAHA, dia pasti tak akan menyangka aku akan memanjat dinding! Biar saja dia menungguku disitu sampai pagi! Muahahahahhaha!
Lalu aku memutar balik dan menuju ke samping gedung sekolah.Aku mengumpulkan tempat sampah dan kusandarkan di dinding alih2 tempatku berpijak untuk memanjat dinding.
Aku menginjak tempat sampah dan mulai memanjat dinding. Yeah, sukses! Tak kuduga manjat semudah ini... kekeke.
Aku sudah berada di balik dinding, dan inilah kebodohanku. Aku tak bisa turun karena tak ada pijakan di balik dinding ini! Dan aku masih bergelantungan dengan kedua tanganku memegang puncak dinding dan kakiku menggantung di udara!
Oh ya ampun... apa harus aku meloncat?
Yah, aku akan meloncat saja. Paling2 kakiku keseleo, dan yang paling parah adalah patah, tidak mungkinlah aku sampai mati karena loncat dari ketinggian ini. Aku baru saja mau menjalankan niatku untuk meloncat, sampai ada suara yang menawariku bantuan.
"butuh bantuan?" kata orang itu.
Aku melihat siapa pemilik suara itu, dan GHEEEE??? Itu Chanyeol!
Sia2 sudah perjuanganku... TT_TT
Lalu Chanyeol membantuku turun, dan aku berkata ,"terima kasih!" Lalu aku bersiap2 lari sampai akhirnya Chanyeol menangkap tanganku,
"kenapa kau menghindariku?" tanyanya
"lepaskan aku!" teriakku
"jawab dulu kenapa kau menghindariku."
Aku menarik tanganku sekuat tenaga agar terlepas dari genggamannya, dan itu berhasil.
+PLAAAKK!+
tak kuduga aku sangat kencang menarik tanganku, sehingga tanganku terlepas dari genggaman Chanyeol dan terbang ke wajahnya.
"aduh!" kata chanyeol sambil memegang pipinya dan dia berjongkok saking ia menahan sakit. Aku yang sudah bersiap2 meninggalkannya tapi tidak jadi meninggalkannya karena kulihat dia begitu kesakitan.
Aku menghembuskan napas, bagaimana dia bisa tahu bahwa aku paling tak tahan melihat orang terluka?? Lalu aku menghampiri Chanyeol.
"kamu tak apa2?" tanyaku
"ukh sakit sekali,,,,," erangnya. Dia melepaskan tangannya dari pipinya, dan kulihat ada darah!
Ternyata saat aku tak sengaja menamparnya kuku-ku mengenainya sehingga menghasilkan luka garis yang panjang."maafkan aku... aku akan mengobatinya." Kataku sambil mengeluarkan kotak P3K miniku dari tas sekolahku.
"aku tidak merebut Irene dari sehun..." kata chanyeol tiba2.
Aku hanya terkejut dan melihat wajah chanyeol lekat2.
"aku tahu kau menghindariku karena pasti kemarin Kyungsoo menceritakan tentangku kepadamu." Katanya lagi.
Aku tak menjawab dan mengalihkan perhatianku ke kotak P3K miniku.
"aku tidak merebutnya...sungguh.. aku tidak merebut Irene darinya." Aku tetap terdiam dan mengobati luka di pipinya.
"saat itu Sehun berpacaran dengan Irene, dan saat itu aku datang ke Seoul untuk liburan. Dan sehun mengajakku berjalan2 keliling Seoul bersama geng-nya termasuk Irene. Ternyata Irene itu naksir padaku, berkali2 dia menggodaku tapi aku selalu menolaknya. Dan saat itu aku sedang mabuk, dan Irene menciumku dan bilang kepada semuanya bahwa dia pacaran denganku. Sehun salah paham , dan dia membenciku semenjak saat itu. Dan aku tak dapat menjelaskan apa2 kepada sehun dan teman2nya yang sudah terlanjur marah kepadaku.. aku benar2 tidak merebutnya." Katanya.
benarkah yang Chanyeol katakan?
Berarti semua ini salah paham...?
Berarti selama ini Chanyeol-lah yang menjadi korban....?
Aku menempelkan luka di pipi Chanyeol dengan plester dan bermaksud meninggalkannya sampai Chanyeol menangkap tanganku lagi."aku benar2 tidak merebutnya...." Kata Chanyeol. Pandangan matanya benar2 terluka.
Aku terdiam. Lalu Chanyeol mengambil tanganku dan menaruh tanganku di dadanya. Dan bisa kurasakan jantungnya berdetak amat kencang...
"aku tidak aku bersungguh2 akan hal itu...merebut Irene... tapi bagaimana ini?Aku. menyukai..... mu...... "
+ + +
Sehun's hidden story: behind the orange hair
(cerita tersembunyi Sehun: dibalik rambut orange)
Saat itu salju turun amat lebat sehingga seluruh jalanan tertutup oleh salju.
Di malam yang dingin itu ada seorang anak laki2 sedang berjalan di tengah2 hujan salju tanpa menggunakan payung ataupun jas hujan.
Jalannya lunglai seperti orang mabuk dan ada rokok di mulutnya, sepertinya dia habis minum2 sampai dia semabuk itu. Padahal umurnya masih 14 tahun dan belum cukup umur untuk minum2 ataupun merokok.
Dia sangat merindukan ayahnya yang saat ini sudah membangun bahtera rumah tangga baru dengan wanita lain yang beranak 1. 'apakah mungkin aku bisa bertemu dengan ayah lagi?' Pikirnya. Dan dia juga tak mungkin bermanja2 dengan ibunya karena ibunya itu sibuk bekerja dan tidak peduli dengan apa yang dilakukannya, apalagi perasaannya. Yang ibunya tahu hanya memberikan dia uang untuk memenuhi kebutuhannya, tak heran dia adalah anak yang bergelimang harta.
Walaupun semua hal yang ia mau dapat dibeli dengan uang yang diberikan oleh ibunya, Di dalam hatinya seperti ada suatu yang kurang dan belum terpenuhi. Dia tak tahu apakah yang kurang itu, dia Cuma tahu bahwa kekosongan itu tak dapat diisinya dengan segala harta yang ia punya.
Dia berjalan tanpa tentu arah, dan tak sengaja dia menabrak sekelompok anak SMA yang sedang berjalan dari arah berlainan.
"minta maaf." Kata salah satu anak SMA itu. "jangan halangi jalanku." Jawab anak itu.
"kau masih SMP dan kami ini sudah SMA! Kau harus menghormati kakak kelasmu!" kata anak SMA itu sambil menarik kerah si anak.
"tutup mulutmu b******k!" kata anak itu sambil memukul wajah anak SMA yang menarik kerahnya itu.
Sekelompok anak SMA itu terkejut karena melihat temannya di pukul oleh anak itu. Lalu sekelompok anak SMA itu menyergap si anak dari segala sisi dan memukulinya tanpa henti.
anak itu terjatuh ke tanah dan mereka menginjak2 anak itu sampai dia tak bergerak. Merasa puas, mereka meninggalkan anak itu tergeletak di jalan.anak itu sudah benar2 tidak berdaya, dan dia tak dapat meminta tolong kepada siapapun. Dia disitu, sendirian tanpa ada yang peduli kepadanya.
Dia benar2 merasa sendirian di dunia ini. Ayah dan ibunya meninggalkannya, dan dia tak punya teman yang benar2 peduli kepadanya. Dia terus berpikir bahwa teman-temannya itu mendekati dia karena hartanya, karena itulah dia tak mau mendekatkan diri dengan mereka.
Dan akhirnya dia tak sadarkan diri.
"tolong aku... keluarkan aku dari kesendirian ini.." dia bergumam di sisa-sisa kesadarannya.
"tidak apa2... kamu tidak sendirian lagi... aku ada disini bersamamu." Dia mendengar suara perempuan di sela2 kesadarannya. Dan dia tak tahu suara gadis ini hanya dari bagian dari mimpinya atau bukan.
anak itu membuka matanya dengan keadaan masih setengah sadar, dan dia mendapati dirinya sedang tertidur di pangkuan seorang gadis. Dia tahu dia sedang berada di bangku taman bersama gadis ini. Dia berusaha melihat wajah gadis ini, tapi pandangannya buram dan udara dingin memaksanya untuk menutup matanya lagi.
"kamu tidak sendirian.. dan teman2mu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu karena hartamu. Tapi mereka benar2 sayang kepadamu. Dan ayahmu juga pasti merindukanmu walaupun dia sudah punya keluarga sendiri.. tak mungkin dia dapat melupakan anak seperti kamu. Ibumu-pun pasti menyayaingimu, aku yakin itu."
Kata2 itu menenangkannya, kata2 itu tulus keluar dari mulut gadis ini.
"teman2ku? Mereka mendekatiku bukan karena hartaku...?
"mereka benar2 menyayangimu. Kau harus membuka dirimu pada mereka, mereka itu bukan semata2 mendekatimu karena hartamu. sebentar lagi mereka datang, mereka semua datang kesini karena mendengar kau tergeletak di jalan.. aku menelpon mereka dengan HPmu tadi.."
"orang tuaku... benarkah mereka menyayangiku...?"
"tentu saja mereka menyayangimu! hei, kau tahu? kau mengingatkanku pada jeruk santang madu saat aku melihatmu pertama kali. kau begitu bersinar dan jg manis dan semua orang menginginkanmu begitu melihatmu. jadi, tidak mungkin orang tuamu tidak menginginkan anak yang begitu manis dan bersinar seperti kau! aku yakin itu"
"kamu... suka jeruk...?"
"hahaha, aku bukan suka jeruk.. tapi aku suka sekali warna orange!" Tawa gadis itu
"....." anak itu berusaha membuka matanya , tapi ia tak sanggup. Dan dia mendengar gadis itu berbicara lagi,
"tenanglah, aku disini bersamamu.. kau tidak sendirian lagi." Setelah mendengar kata2 gadis itu, anak itu kembali pingsan.
"hun.. Sehun... bangunlah..." ada suara orang yang membangkitkan kesadaran anak itu. Akhirnya anak itu kembali sadar dan membuka matanya. Saat ia membuka mata, ia mendapati dirinya masih tertidur di bangku taman itu.
"SEHUN! AKHIRNYA KAMU BANGUN JUGA! KAMI SANGAT MENGKHAWATIRKANMU!"
kata seseorang yang anak itu sadari adalah temannya yang bernama baekhyun. Ternyata bukan hanya baekhyun saja yang berada di sana, tapi ada Kyungsoo dan beberapa anak2 lain.
wajah mereka terlihat benar2 cemas,lalu dia mulai mengingat kata2 gadis itu ,' kamu tidak sendirian.. dan teman2mu juga memperhatikanmu, mereka tidak mendekatimu karena hartamu. Tapi mereka benar2 sayang kepadamu'
'Oh iya! Gadis itu!' anak itu mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang yang sedang menidurkannya di pangkuannya. Dan ternyata gadis itu masih disana, gadis yang telah menyadarkan dia bahwa dia tidak sendiri di dunia ini, gadis yang menyadarkan dia bahwa anggapannya terhadap temannya selama ini salah masih ada disana. Dan dia masih tertidur di pangkuannya.
dia memfokuskan matanya untuk melihat siapa gadis yang telah menyelamatkannya dari kesendiriannya itu.dan itu dia, dia itu Irene gadis tercantik di SMP Seoul yang sedang populer dibicarakan teman2nya.
irene adalah wanita yang telah menopang kekosongan hatinya dan menyadarkannya kalau dia tidak sendirian di dunia ini, itulah dia! Irene-lah bagian dari kekosongan di hati anak itu, anak itu menyadari bahwa yang dapat mengisi kekosongan hatinya adalah 'cinta yang tulus' dan Irene memberikan itu kepadanya. dan mulai saat itulah, anak itu mulai mencintai Irene.
setelah itu Irene menyerahkan anak itu kepada teman2nya dan irene pulang karena ia merasa tak ada lagi yg bisa dilakukannya. saat sehun melihat Irene meninggalkannya, dia merasa hatinya seperti teriris2.
itulah pertama kalinya dia merasakan sakit saat ditinggal seorang gadis. bahkan rasanya lebih sakit daripada saat ibunya meninggalkannya.
teman2 anak itu memanggil Taksi dan membawa anak itu masuk untuk diantar ke rumah sakit, tapi anak itu menyuruh teman2nya pulang saja karena dia ingin pulang beristirahat di rumah daripada harus ke rumah sakit. dan teman2nya menuruti perkataan anak itu dengan setengah hati.
saat di perjalanan,anak itu hanya termenung mengingat2 percakapannya dengan Irene saat dia pingsan tadi. dia termenung mengingat bagaimana bisa Irene menenangkan hatinya dengan kata2nya yang tulus itu. anak itu tersenyum.
+criingg+
ada sebuah benda jatuh dari dalam jaketnya. dia memungutnya dan melihat apa gerangan benda tersebut.
ternyata benda tersebut adalah kalung emas dengan bandul berbentuk buah jeruk. berhiaskan berlian imitasi yang begitu cantik. dan terdapat lubang pada sudut kalung itu seperti lubang kunci.
kemungkinan kalung emas ini milik Irene. tapi anak itu tak berniat untuk mengembalikannya, sebaliknya dia malah menyimpan kalung itu sebagai kenangan dari wanita pertama yang dia cintai .
***
keesokkan harinya, anak itu meminta hair stylist milik ibunya untuk merubah warna rambutnya dari hitam menjadi orange ke emasan.
dan semua itu dia lakukan untuk menarik perhatian Irene yang sangat menyukai warna orange. siapa tahu saat dia merubah warna rambutnya dengan warna kesukaan Irene, Irene akan menginginkannya.
keadaan anak itu belum baik, tapi dia langsung pergi ke SMP Seoul begitu dia sudah merubah warna rambutnya.
dia tak sabar untuk bertemu Irene, dia ingin sekali bertemu Irene dan menyatakan perasaannya. dia sampai di SMP Seoul. dia menunggu Irene di gerbang karena itu sudah jam pulang sekolah.jantungnya berdebar amat kencang seiring penantiannya.
akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, dan semua anak mulai berhamburan keluar. mata anak itu mencari2 keberadaan Irene.
dan itu dia! irene amat mudah ditemukan karena dia amat cantik tak seperti orang kebanyakan. anak itu berteriak,"irene!" lalu dia berlari ke arahnya.
irene mencari2 darimana asalnya suara yang memanggil namanya itu, dan ia menemukan pemilik suara itu. pemilik suara itu adalah anak laki2 tampan berambut orange mencolok yang sedang berlari ke arahnya.
"siapa cowok berambut orange itu? keren sekali dia"
"iya! ya ampun! dia keren sekali" semua gadis berbisik2 seiring anak itu berlari ke arah irene. tapi anak itu mengacuhkan semua itu, yang ada di pikirannya pada saat itu cuma Irene.
anak itu berhenti di hadapan Irene, dan Irene berkata kepada anak itu,"rambutmu berwarna orange... aku suka sekali...."
anak itu amat senang mendengar hal itu. dan lagi, perasaannya sudah tak terbendung lagi melihat Irene yang tersenyum di hadapannya.
"kau... kau mau jadi pacarku...?" tanya anak itu kepada Irene.
wajah Irene memerah, dan tak bisa diungkiri Irene amat senang mendengar pernyataan anak berambut orange itu kepadanya.
semua gadis yang menonton pernyataan anak itu kepada Irene mulai berbisik heboh, lalu Irene berkata, "tentu..... tentu saja aku mau jadi pacarmu."