'berhasil merebut milikku' ??? apa maksud Sehun mengatakan itu kepada chanyeol? apa yang sebenarnya chanyeol rebut dari Sehun? kenapa Sehun dan kyungsoo amat membenci chanyeol? "ugh...."chanyeol mengerang
akhirnya aku kembali sadar dan beralih kepada chanyeol, "kamu tak apa2?" tanyaku kepada chanyeol sambil membantunya berdiri. "ak- aku tidak apa2.." aku mengalungkan tangan kanan chanyeol di leherku agar dia bisa berdiri. lalu aku membantunya berjalan.
"kau mau kuantar ke rumah sakit?" tanyaku kepada chanyeol"ah, tidak perlu.. luka seperti ini dibawa tidur juga sembuh.." sepertinya chanyeol sudah biasa dengan luka seperti ini.. -_-yah, tidak heran sih....pantas mereka berdua bisa bersaudara sifat dia dan sehun hampir sama
"terserah apa katamu, tapi yang pasti biarkan aku mengobati wajahmu dulu." kataku
"baiklah, tapi obatnya...?"
"obat? oh, aku selalu membawa obat."
aku mengorek tasku dan kukeluarkan kotak P3K ukuran mini milikku, lalu kupamerkan di depan wajahnya.
"kau selalu membawa barang begituan? kau pasti sering terluka ya?" aku tak menjawab, aku hanya tersenyum saja.
tentu saja aku harus membawa kotak seperti ini, semenjak mengenal sehun sepertinya benda seperti ini amat dibutuhkan dalam keadaan yang tak terduga.
lalu aku duduk dengan chanyeol di taman dekat Rumah Sakit dan aku mengobati luka2 di wajahnya.
"kenapa kau baik sekali kepadaku?" tanya chanyeol."mana mungkin aku meninggalkan orang yang terluka, dasar bodoh."
"lalu, kenapa kau tak pergi kepada sehun tadi?"
"itu.. itu karena...."
"apapun itu.. terimakasih karena kau tak meninggalkanku." katanya sambil tersenyum kepadaku. senyum chanyeol benar2 manis dan tulus.. benar2 menyilaukan maksudku. jantungku sempat berdegup cepat dibuatnya, bagaimana caranya dia melakukan itu?
aku akan mencoba tersenyum seperti itu kapan2, siapa tahu orang akan terbuai seperti aku terbuai oleh chanyeol.. kekeke
aku mengobati muka chanyeol dengan kapas yang berakohol,dia hanya diam saja dan sesekali memberikan ekspresi kesakitan. tidak seperti Sehun.. sehun pasti akan meneriakiku.. dia pasti akan mengoceh selama aku mengobati lukanya sambil beberapa kali melirik ke arahku..wangi colognenya pasti akan menggelitik hidungku dan membuatku memimpikannya sepanjang tidurku.. berhenti hanna! jangan mengingat Sehun lagi!
"he- hei! kamu kenapa?" tanya chanyeol kepadaku"uh? huh? a- apa maksudmu?" tanyaku bingung kepadanya
"kamu menangis..."
"apa? ah, hahaha.. aku tidak menangis kok.. hiks...hiks..hiks...." aku sangat merindukan sehun, aku sangat merindukan sehun sampai di titik dimana aku sulit bernafas. tak kuduga aku bisa begitu merindukannya, aku sangat ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, mencium aroma colognenya...
tiba2 chanyeol memelukku dan berkata, "tak apa...menangislah saja sekarang. dengan kau menangis sekarang, kau dapat tersenyum untuk besok.. lepaskan saja semuanya." aku menangis sejadi-jadinya di pelukan chanyeol entah sampai berapa lama.
Sehun... aku merindukanmu....
***
"apa2an kau?! bagaimana bisa kamu begitu jorok! bajuku penuh dengar ingusmu!" protes chanyeol kepadaku. kami sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku (chanyeol mengantarku)
"kan kamu sendiri yang bilang untuk melepaskan semuanya! ya sudah aku lepaskan semuanya! jadi kamu jangan protes." jawabku. chanyeol berkata begitu lantaran jijik karena aku membuang ingus di bajunya disaat aku menangis tadi. hahaha, habis hidungku sudah mampet banget, jadi sekalian saja. hahaha XDD
"aku takkan meminjamkan badanku lagi kepadamu.."sesalnya
"aku sih tidak apa2, masih banyak cowok yang mau meminjamkan badannya padaku."
"cewek macam apa kamu.... -_-"
"jangan kurang ajar! aku masih lebih tua daripada kamu!" kataku sambil menjambak rambut chanyeol sampai kebawah.
+kraaak!+ O_O!
Leher chanyeol berbunyi karena saking kencang aku menarik rambutnya
"ADUH!" teriaknya
"oh ya ampun! chanyeol! maafkan aku! hei kamu gak kenapa2?!"
"leherku! leherku patah! aouw! sini kamu! akan kubalas!" katanya kepadaku sambil tangan yang satunya memegang lehernya dan yang satunya lagi berusaha menangkapku. kulihat dari sudut mataku ternyata rumahku sudah kelihatan.
jadi sebelum chanyeoldapat membalasku, aku lari sekencang2nya dan berteriak "HAHAAHA! SAMPAI KETEMU LAGI! HAHAHA! RASAKAN!" lalu aku masuk ke rumah dan meninggalkan chanyeol.
begitu masuk ke dalam rumah, ternyata orang tuaku sudah menungguku.aku dimarahi habis2an karena pulang malam tanpa pulang terlebih dahulu sehabis dari sekolah. dan ibuku menghukumku untuk membersihkan toilet saat itu juga.
ibuu! ini kan sudah malaammm! sudah pagi malah!
akhirnya aku selesai membersihkan toilet pukul 1.30 pagi dan aku langsung tidur tanpa mandi ataupun mengganti baju seragam dan jaket chanyeol yang masih kupakai ini..
***
tidurku semalam cukup nyenyak, mungkin karena aku benar2 kecapekan semalam. tapi tetap saja waktu aku bangun aku ngantuk sekali.. tidurku tak pernah cukup beberapa hari ini..-_-
oh ya ampun, semalam aku lupa mengembalikan jaket chanyeol. akan kukembalikan begitu bertemu dengannya lagi. tapi kalau tak bertemu lagi, akan kusimpan jaket ini sebagai souvenir.. kekeke, jaketnya bagus soalnyaa.. kekeke
aku berangkat ke sekolah, dan sesampainya di sekolah jisoo langsung menerorku dengan banyak pertanyaan.
"kamu sudah gila?! kemana kau kemarin?! jantungku hampir berhenti melihat Sehun yang tiba2 mengamuk ingin keluar dari Rumah Sakit. ada 4 orang lebih yang menahannya, tapi dia kuat sekali dan dia berhasil kabur!
dia bilang dia mau mencarimu dan membunuh orang yang bersamamu! jantungku berhenti saking kagetnya! ya ampun.."bisik jisoo kepadaku.sepertinya jisoo lupa kita sedang dalam jam pelajaran -_-
lalu aku menceritakan semuanya kepada jisoo tentang kejadian kemarin. wajah jisoo menyimak ceritaku amat serius dan sesekali mulutnya terbuka saking kagetnya.
"jadi kau bertemu dengan saudara tiri sehun? dia ganteng tidak?" bisiknya semangat
"tentu saja dia ganteng. tapi aku lebih suka wajah Sehun. hahaha"
"oh ya ampun, kenapa sih kau bisa ketemu yang ganteng2 semua? lalu kenapa kyungsoo dan sehun amat membenci chanyeol?"
"kalau itu.. aku sendiri juga tidak tahu kenapa.."
+TING~TONG~TING TONG~ TING TONG TING TONG~+
bel istirahat berbunyi. sungguh tak terasa ternyata sudah istirahat saja.
mungkin karena jam pelajaran ini kupakai untuk mengobrol kali ya? jadinya tidak berasa.. kekeke
seperti biasa, aku dan jisoo langsung menyerbu ke kantin untuk membeli makanan sebelum kami kehabisan. saat kami berlari menuju ke kantin, aku menabrak seseorang. ternyata orang yang kutabrak itu kyungsoo.
"eh maaf maafkan aku."kataku sambil menunduk-nundukkan kepalaku. kyungsoo hanya memandangku dengan dingin lalu pergi melewatiku.
"kenapa dia?" tanya jisoo kepadaku.
"aku tidak tahu. mungkin dia masih marah kepadaku karena kejadian kemarin..." kenapa kyungsoo bersikap begitu padaku..? sebenarnya apa sih yang membuat kyungsoo maupun sehun begitu membenci chanyeol? semua ini benar2 membingungkan! membuatku hampir gila!
sisa istirahat dan pelajaran kupakai menerka2 apa yang sebenarnya terjadi diantara sehun dan chanyeol.pikiranku berputar2 sampai tak ada satupun dari pelajaran yang dijelaskan masuk ke dalam kepalaku.
"hei hanna! lihat! ada cowok ganteng banget disitu! tapi kenapa mukanya banyak plester begitu ya?" bisik jisoo memecah pikiranku.
"dimana?" tanyaku.
"itu disitu, yang bersandar di gerbang belakang itu." kata jisoo sambil menunjuk2 keluar jendela.
"chan...chanyeol...? apa yang dilakukannya disini...?"
"itu chanyeol? yang benar saja! dia cakep sekali! tapi masih cakepan baekhyun sih.. tapi dia cakep sekali!"
sepertinya chanyeol melihat ke arah jendela kelasku, lalu dia melambaikan tangannya sambil tersenyum. aku balas melambai.
"ya ampun! cowok itu melambai kepadaku!" bisik cewek yang duduk di depan mejaku.
"tidak! dia melambai kepadaku!" kata yang satunya lagi mereka saling berebut tentang siapa yang dilambaikan oleh chanyeol.. dasar anak jaman sekarang... -_-
"hei hanna! lihat! itu kyungsoo dan baekhyun! mereka mendatangi chanyeol dengan membawa anak2 yang lain!" bisik jisoo kepadaku.
aku langsung melihat keluar begitu jisoo berkata begitu. dan benar saja, itu kyungsoo dan baekhyun. membawa beberapa pengikutnya menghampiri chanyeol.
aku merasakan bahwa suasananya mulai tak enak, aku harus cepat2 keluar untuk menolong chanyeol. aku mengangkat tanganku dan berteriak, "mohon izin pak guru! aku ingin ke toilet! sudah tidak tahan lagi!" kataku kepada pak guru. setelah berkata begitu aku langsung berlari keluar. aku berlari seperti wanita sinting, setiap orang yang melihatku berlari memandangku keheranan. dan aku beberapa kali hampir terjatuh saat menuruni tangga.
akhirnya aku sudah dapat melihat chanyeol dan anak2 lain. disitu chanyeol sedang digiring oleh 4 orang lebih untuk dibawa ke tempat lain. aku langsung berlari ke arah chanyeol dan menarik tangannya.
"ja-jangan apa-apakan dia! hosh hosh hosh" kataku kepada mereka sambil mencoba mengatur nafasku kembali.
aku berdiri di antara chanyeol dan yang lainnya dengan posisi melindungi chanyeol.
"sebaiknya kau pergi dari sini nona kim.. ini bukan urusanmu." kata kyungsoo kepadaku
"betul nana.. lebih baik kamu pergi saja.." kata baekhyun kepadaku juga.
"ti-tidak! hosh hosh hosh... kau tak boleh membawanya! kalau kau mau membawanya, habisi aku dulu!" teriakku kepada kyungsoo dan baekhyun.
"hei kyungsoo hyung, bagaimana ini..? dia ceweknya sehun hyung.. masa kita harus menyingkirkannya?" tanya salah satu dari pengikut kyungsoo.
kyungsoo mengacuhkannya dan berkata," hei bocah.. tidakkah kau malu harus dilindungi wanita..?"
"tentu saja aku malu, tapi aku lebih malu lagi membawa banyak orang untuk menghabisi satu anak yang lebih muda dariku." sindir chanyeol kepada kyungsoo.
"sebaiknya jaga mulutmu. dan hari ini kau kubiarkan lolos hanya karena aku masih menghormati kim hanna yang melindungi anak bayi sepertimu. sebaiknya kau ingat itu." setelah berkata begitu, kyungsoo dan baekhyun pergi lalu pengikut2nya juga mengikutinya.
"apa yang kau lakukan disini?" tanyaku kepada chanyeol.
"tentu saja untuk bertemu denganmu. aku tak punya teman main selain kamu disini." jawab chanyeol.
"tapi aku belum pulang sekolah. dan lagi aku harus membersihkan toilet guru sepulang sekolah."
"ya sudah, akan kutunggu sampai kau pulang."
"memangnya kenapa kau mau menemuiku?"
"untuk mengambil jaketku tentu saja."
"cuma karena itu? "
"tentu saja! kau tak tahu berapa harga jaket itu?"
"yayaya, terserah apa katamu. aku akan menemuimu disini pukul 5 sore. dan sebaiknya kau jangan menungguku di sini, bisa2 kyungsoo datang lagi."
"aku tak takut kepada Kyungsoo."
"terserah... pokoknya kau jangan tunggu disini atau aku takkan menemuimu."
"yaya baiklahh...." kata chanyeol. lalu dia pergi dan aku kembali ke kelas.
+sepulang sekolah+
"WC ini benar2 terkutuk! bagaimana bisa WC kembali kotor dalam waktu hanya satu hari?! menyebalkaaaaannn!!!!!" jeritku.
"sudah. tutup mulutmu dan kerjakan sajalah..." kata jisoo.
sekarang sudah pukul 4.30 sore. berarti 30 menit lagi chanyeol akan datang untuk menemuiku.
"aku harus cepat2 menyelesaikan ini. anak sinting itu akan datang sebentar lagi." gumamku
"apa?! nanti kau mau bertemu dengan chanyeol??" tanya jisoo
"iya, aku harus mengembalikan jaketnya. sepertinya jaketnya mahal sekali..-_-''
"hei.. kau suka kepadanya?"
"kau gila? tentu saja tidak. dia sudah kuanggap adikku sendiri. yah, kalau aku menikah dengan sehun dia otomatis akan jadi adikku juga sih..kekeke"
"bukannya kamu lagi berantem sama Sehun?"
"ukh... untuk sesaat aku lupa.. aku sendiri juga tak tahu sebenarnya kami masih pacaran atau tidak semenjak kejadian kemarin.."
"itu salahmu bodoh! kenapa kau tak meninggalkan chanyeol saja kemarin dan beralih ke Sehun!"
"bisa2nya kau bilang begitu! mana mungkin aku pergi ke Sehun setelah aku melihat dia mencium rubah betina itu?!"
"tapi sepertinya Sehun bukan orang yang seperti itu.. pasti dia ada alasan tersendiri mengapa dia mencium irene.. yah, walaupun irene mantan pacar Kazuma sih-uph" jisoo membungkam mulutnya sendiri, sepertinya dia kelepasan ngomong.
"ap.. apa katamu? irene mantan pacar Sehun?! tapi bagaimana bisa dan kau tahu dari mana??"
"..........." jisoo diam saja dan mengalihkan pandangannya dariku, dia berpura2 seakan tak mendengarku.
"kalau kau tidak menjawab, akan kukirim fotomu yang sedang mengupil ke baekhyun sekarang juga."
"........'' jisoo tetap diam saja. tapi bisa kulihat dia mulai berkeringat.
"oh? kau memutuskan untuk diam? baiklah, akan kukirim" aku mengambil Hpku dari kantong rok-ku dan mulai bersiap untuk mengirim gambar, tapi jisoo mencegahku.
"ah! bagaimana bisa kau mengancam temanmu seperti itu?!" teriaknya.
"bagaimana bisa kau menyembunyikan sesuatu dari temanmu?!" teriakku balik.
"baiklah! baiklah! akan kuceritakan! tapi hapus fotoku itu dari Hpmu!"
"iya2..." kataku sambil berpura2 menghapus gambar, padahal aku tak menghapus gambarnya. aku tahu gambar ini akan berguna lagi suatu saat nanti. kekekeke
"iya.. jadi si Sehun itu pernah pacaran sama irene selama 2 tahunan. tapi dia putus dengannya karena irene menyukai lakii2 lain dan memutuskan sehun. hanya itu yang kutahu."
"kini masuk akal mengapa sehun mencium irene kemarin.." gumamku
"apa maksudmu?" tanya Emi.
"ya, jelas kan? sehun pasti masih menyukai irene selama ini."
"tidak mungkin ah! dia kelihatan amat menyukaimu!"
"......." aku diam saja. aku tak tahu harus menjawab apa. aku harap itu benar bahwa Sehun benar2 menyukaiku. tapi bila kupikir, sepertinya mustahil orang sekeren Sehun bisa menyukaiku. dan bila dipikir dengan logika, pasti Sehun akan memilih irene. secara irene lebih cantik dan sangat populer dibandingkan aku... -_-
ukh.. kenapa aku jadi merendahkan diri sendiri begini sih?! akhirnya kami selesai membersihkan toilet, dan itu sudah pukul 05.30 sore.. aku langsung keluar dan meninggalkan jisoo, karena chanyeol pasti sudah menungguku sejak tadi.
"chanyeol!" teriakku.chanyeol sedang bersandar di pagar menungguku. sepertinya sudah sejak tadi dia disitu.
"lama sekali..." kata chanyeol
"maafkan aku.. WC itu lebih parah daripada peternakan sapi. kau harus melihat betapa kotornya WC itu.. -_-"
"oh ya sudah, ayo kita cari makan. aku lapar sekali."
"hah? makan? kukira kamu mau mengambil jaketmu, jaketmu ada di rumahku."
"kau harus bertanggung jawab dulu karena sudah membuatku kelaparan setengah mati. jadi sebelum mengambil jaketku di rumahmu, kau harus menemaniku dulu hari ini."
"apa-apaan ka-" sebelum aku bisa protes, chanyeol menarikku pergi.
"ayo cepat! hari ini aku yang traktir" kata chanyeol. kekeke, okelah aku ikut. mumpung di traktir... kekeke
kami pergi ke MCD dekat sekolahku. disana ramai sekali dengan anak2 dari berbagai SMA. aku mencari tempat duduk di pojok (aku tidak suka tempat yang terlalu ramai, jadi tolong jangan pikir aku mau ngapa-ngapain chanyeol di pojokkan) sedangkan chanyeol memesan makanan.
"ini dia makanannya." kata chanyeol sambil meletakkan nampan berisi 2 Hamburger, 2 kentang goreng, 4 ayam goreng, dan 3 soda.
"banyak sekali.. kau mau menghabiskan ini semua?" tanyaku
"tentu saja tidak. tapi aku tahu kau yang akan menghabiskan semuanya."
sial.. bagaimana dia tahu kalau aku berencana menghabiskan makanan ini?benar saja, 2/3 dari makanan yang ada akulah yang memakannya.
"ah~ kenyangnya! terimakasih makanannya chanyeol!" kataku
"sudah kuduga kau yang akan menghabiskannya...-_-" gumamnya
"tutup mulutmu! akh, aku mau ke toilet."
"sehabis makan kau mau buang kotoran?? kini kutahu kenapa badanmu kurus sekali walaupun makanmu seperti kuli. pencernaanmu lancar sekali!"
kutarik rambutnya chanyeol dan aku berkata," jangan berkata begitu. aku masih lebih tua daripadamu tahu!" sebelum chanyeol bisa protes lagi, aku cepat2 meninggalkannya ke toilet.
ukh, aku tak tahan lagi. perutku sakit sekali.kata2 chanyeol ada benarnya juga sih...-_- dan aku benci mengakuinya... -__-
aku langsung cepat-cepat masuk ke toilet dan menyelesaikan urusanku karena sudah tak tahan lagi.
"ah~ lega~" gumamku
ada suara segerombolan gadis memasuki toilet, mereka cekikikan seperti cewek2 menyebalkan. bagaimana bisa mereka begitu ribut di toilet? aduh aduh.. anak jaman sekarang.. aku keluar dari toilet karena sudah menyelesaikan urusanku dan berjalan ke arah wastafel untuk cuci tangan.
"akh!" teriak salah satu gadis sambil menunjukku, yang akhirnya aku sadar itu adalah irene.
"ghee?? rubah betina?" kagetku juga.
"siapa yang kausebut rubah betina?" tanya irene
"haha, yang merasa saja." candaku
"oh begitu ya? hahaha! lucu sekali! oh iya, kau pacarnya sehun kan? siapa namamu? hm.. ah! hina! aku ingat!" kata irene, dan teman2nya cekikikan mendengar kata2 irene. apa deh yang lucu...? = ='
"namaku hanna" kataku sambil mencuci tangan. aku malas melihat wajah cewek yang satu ini. walaupun kuakui dia cantik sekali...-_-
"yayaya, terserah saja. oh ya HANNA, kulihat kau sedang bersama adik Sehun.. sudah mendapat kakaknya, kamu mau embat adiknya juga? cewek macam apa kamu?"
"lebih baik tutup mulutmu kalau tak mau mati." jawabku tetap sambil mencuci tangan berusaha mengabaikan wanita ini.
"sok sekali ucapanmu itu... kau sudah merasa hebat berpacaran dengan Sehun? kau takkan bisa pacaran dengannya kalau aku tidak memutuskan dia, seharusnya kau tahu itu. dan sekarang, aku berniat mengambil kembali milikku yang sudah jatuh ke tangan wanita kampung sepertimu."
Asuka... santai.. santai...
jangan sampai kau lepas emosi disini..
rubah betina ini hanya berusaha membuatmu marah saja Asuka.. tahan dirimu!
"kok bisa ya? Sehun mau dengan wanita jelek seperti dia? hahaha" katanya kepada teman2nya, teman2nya ikut2an tertawa.
aku tahu dalam waktu 3 detik aku akan meledak. jadi aku harus cepat2 meninggalkan rubah betina ini sebelum aku lepas kendali. (kau tahu kan apa yang kuperbuat kalau aku lepas kendali? aku sudah pernah lepas kendali di hadapan sehun dan di hadapan cowok SMA Higashi, dan akibatnya cukup fatal)
"dan kau tahu...?" kata irene
3 detik sebelum aku meledak..........
"saat sehun menciumku rasanya seperti strawberry..."
2 detik sebelum aku meledak..........
"dia benar-benar pintar mencium...."
1 detik sebelum aku meledak...........
"sayang sekali sehun memilih untuk menciumku daripada mencium pacarnya sendiri.. maklumlah, KAMU.JELEK.SIH."
0 detik!............................
+BUAKH!!!!!!!!+
tak kusangka kepalan tanganku terbang mendarat di wajah cantik nan mulus irene.
tepatnya di hidung kecilnya itu!! aku kaget sekali aku benar2 lepas kendali!
"KYAAAAA! IRENE!!!!!"
"APA2AN KAMU?!"
"IRENE! HIDUNGMU BERDARAH!" teman2 irene benar2 panik akan apa yang kuperbuat. dan aku tahu, INI ADALAH SAATNYA UNTUK KABUR!
ini adalah saatnya aku kabur sebelum teman2 irene mengalihkan perhatiannya kepadaku dan mengeroyokku. sekuat-kuatnya aku, aku juga tak mungkin menang menghadapi 5 orang sekaligus -_- jadi aku lari untuk menyelamatkan hidupku.
"PEREMPUAN BUSUK ITU KABUR! KITA HARUS MENGEJARNYA!"
"TAPI BAGAIMANA DENGAN IRENE? DIA TAK SADARKAN DIRI MELIHAT DARAHNYA SENDIRI!"
sepertinya keributan yang kuhasilkan parah juga, jadi aku harus mengajak chanyeol pergi dari sini sebelum aku tertangkap.
"kenapa kau lama sekali? dan kenapa kau lari2 seperti itu?" tanya chanyeol kepadaku
aku mengambil tas sekolah yang kuletakkan di bangku sebelah chanyeol dan menarik tangan chanyeol,"tak ada waktu menjelaskan! ayo pergi!" teriakku
sepertinya chanyeol menyadari adanya sesuatu yang tidak beres, jadinya dia mengikutiku berlari sambil aku tetap memegang tangannya.
"APA?! KAU MENONJOK IRENE?! IRENE DARI SMA DS??" tanya chanyeol kepadaku sambil kami terus berlari. aku tak tahu bagaimana chanyeol bisa mengenal irene,dia bahkan tahu sekolahnya di mana. padahal aku saja yang tinggal disini tidak tahu dia sekolah dimana.
"Kamu tak tahu? dia itu punya banyak peggemar karena wajah cantiknya itu! tak lama lagi Irene pasti akan menyuruh para pengikutnya itu untuk menghabisimu!" kata chanyeol lagi.
aku tak tahu irene separah itu. asik sekali ya punya wajah cantik? hanya dengan wajah cantik dia bisa mendapatkan pengikut seperti itu. aku ngeri dengan apa yang harus kuhadapi kedepannya, jadi aku diam saja dan tidak menjawab chanyeol dan terus berlari.
"hosh..hosh.. hosh,... sepertinya kita sudah cukup jauh berlari... hosh hosh..." kataku sambil mencoba mengatur nafasku kembali.
"kau benar2 sudah gila."kata chanyeol. aku tak tahu bagaimana caranya nafasnya tidak tersengal2 seperti aku padahal kita sudah berlari cukup jauh.
"tu... tutup mul.. mulutmuh! hosh, hosh..."
"kenapa sih kamu bisa begitu marah kepadanya..? yah, dengan pribadi busuknya itu aku bisa mengerti sih kenapa kamu marah..."
aku tidak menjawab pertanyaan chanyeol karena aku terlalu capek untuk bicara dan juga aku tak mau mengakui kalau... yah jujur saja.... aku cemburu mendengar pernyataan si rubah betina itu.
(tolong jangan tertawa, kalian pasti pernah cemburu kan...? -__- )
setelah istirahat sebentar, aku dan chanyeol berjalan mengarah ke rumahku. setelah berjalan sebentar rumahku sudah mulai kelihatan.
"sebenarnya, tentang aku menemuimu untuk mengambil jaket hanya alibi saja.." gumam chanyeol
"hah? apa?" tanyaku, aku tak mendengar jelas karena dia bicara dengan volume kecil.
"sebenarnya.." baru saja chanyeol ingin melanjutkan kata2nya, tapi aku memotongnya.
"kyung....kyungsoo...? itu kyungsoo sedang berjongkok sambil merokok di depan rumahku. aku cepat2 berjalan menuju ke arahnya.
"kyungsoo? apa yang kau lakukan disini?" tanyaku
"bisa kita bicara berdua?"
"baiklah, tapi tunggu aku masuk ke dalam sebentar untuk mengambil jaket chanyeol." mendengar nama chanyeol keluar dari mulutku, ekspresi kyungsoo sedikit berubah.
"ah, tidak usah! aku akan mengambilnya kapan2! sebaiknya aku pulang dulu, selamat malam hanna selamat malam kak kyung."
kyungsoo langsung memasang ekspresi jijik begitu namanya keluar dari mulut chanyeol. dan aku tidak mengerti, kenapa chanyeol memanggil kyungsoo dengan embel2 'kak' dan tidak denganku? -_- bocah tak sopan...
"kenapa kau bisa bersamanya?" tanya kyungsoo jijik
"aku meminjam jaketnya kemarin tapi aku lupa mengembalikannya. katanya kau mau bicara? bicara tentang apa?"
"aku ingin bicara tentang Sehun. dan aku akan bercerita kenapa kami amat membenci chanyeol..."