"itu chanyeol dan irene... apa yang mereka lakukan?" kata Sehun.
manusia berharga diri tinggi seperti Sehun biasanya bukan tipe yang senang menguping. tapi sehun menguping, dan kemungkinan berarti ini penting.... yah.. aku ikutan aja deh..
"kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi hanna?!" teriak chanyeol kepada irene.
GHEEE?! mampus aku, Sehun jadi tahu deh kalau aku berbohong saat aku bilang aku diincar 5 orang itu karena aku menabraknya. tangan Sehun mengejang mendengar perkataan chanyeol. feelingku, Sehun mulai tahu aku berbohong... -_-'
"kalau memang iya, apa urusannya denganmu? untuk apa kamu peduli?" jawab irene dengan gaya yang arogan.
ukh, melihatnya membuatku ingin mengacak2 wajah cantiknya itu!
"dia pacar Sehun dan kau tahu itu!" kata chanyeol.
"tentu.. tentu saja aku tahu."
"lalu? kenapa kau melakukan itu?! kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?!"
"Sehun milikku! dan cewek jelek itu harus mengembalikkan padaku yang sebenarnya adalah milikku!"
"dia bukan milikmu rubah busuk. kau meninggalkan Sehun. ah, bukan meninggalkan, kau MEMBUANGNYA!"
"lebih baik jaga mulutmu bocah. kau pikir kau bisa bicara seenaknya mentang2 aku menyukaimu dulu? dulu kau menolakku, sekarang kau mau menggodaku?"
"menggodamu? hah! lebih baik aku menggoda anjingku daripada harus menggoda wanita bau sepertimu."
"ap-"
"karena perbuatanmu itu sekarang Sehun dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku2 telah berpacaran denganku! bisa2nya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"
"mengaku2?! hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!"
"mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! kau yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."
"begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu. apa maumu sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit2 masa lalu."
DASAR RUBAH BUSUK!!!!!!
ADUH! ADUH KEPALAKU! RASANYA AKU INGIN SEKALI MENCAKARI WAJAHNYA ITU!
OH YA AMPUN!!!!! TANGANKU GATAL SEKALI RASANYA!!!!!!
"aku percaya kepadanya." kata Sehun.
aku baru sadar ternyata Sehun sudah keluar dari tempat persembunyian kami dan berjalan ke arah chanyeol dan irene.
"aku percaya kepada chanyeol." kata sehun lagi.
"sehun hyung......" gumam chanyeol.
"oppa....." gumam irene, bisa kulihat dari mata irene bahwa ia ketakutan setengah mati. sekarang sehun sudah berdiri menghadap irene. tangan irene gemetar.
"oppa mendengar semuanya...?" tanya Irene kepada sehun.
"memangnya ada yang perlu kudengar?" tanya sehun kepada irene dengan gaya yang amat cool.
wuaaahhh.... Sehun keren sekali.
"i- itu semua bohong.. sungguh, dia menjebakku." kata irene sambil menunjuk ke arah chanyeol.
"apa katamu-" chanyeol belum menyelesaikan kata2nya tapi sehun mengangkat tangannya untuk menyuruh chanyeol berhenti bicara.
lalu sehun memutar badannya dan berbalik menghadap chanyeol.
+BUAAAAAKHHH!!!!!!!!!!!!!!!+ sehun menghajar wajah chanyeol kencang sekali.hingga dia jatuh ke tanah.
"chanyeol!!! sehun kenapa kau-" aku berteriak sambil berlari ke arah chanyeol,
"itu untuk ketidak jujuranmu kepada kakakmu sendiri." kata sehun kepada chanyeol.
'pada kakakmu sendiri'...? berarti sehun sudah mengakui chanyeol sebagai adiknya lagi?! bisa kulihat mata chanyeol bersinar2 karena senang.
Sehun sudah memaafkan chanyeol! akhirnya segala kesalah pahaman terkuak disini.
irene mundur beberapa langkah dan bersiap untuk lari. tapi dia terlambat, sehun keburu memegang pergelangan tangannya.
"kau pikir kau mau kemana...?"
"aku... uh, aku......"
+PLAAAAKKK!!+ Sehun menampar pipi irene 'cukup kencang'. tetapi irene tersungkur ke tanah sambil memegangi pipinya. aku tak tahu kenapa dia tidak menampar rubah s****n itu sekencang2nya.. padahal seharusnya Sehun menampar wajahnya sampai wajah cantiknya itu tak berbentuk sama sekali! yah, sebenarnya aku tahu sih kenapa..
walaupun irene telah berbuat sejahat itu kepada Sehun,tapi dia adalah mantan pacar yang pernah begitu dicintai Sehun. jadi mana mungkin tega Sehun memukulnya sepenuh hati. jujur saja, melihatnya hatiku cukup sakit. ternyata Sehun masih menyimpan perasaan pada irene walau cuma sedikit....
"oppa! bagaimana mungkin kau menamparku?! aku ini irene! aku pacar yang dicintaimu!" teriak irene sambil menangis deras sekali. lalu Sehun berjongkok di sebelah irene dan mencengkeram pipinya, Sehun memutar wajah irene menghadap kepadaku.
"kau lihat dia? dia pacarku. bukan kamu. lihat baik2. tidak ada lagi yang namanya 'pacar yang dicintaimu'. cuma dia seorang bagiku, kau mengerti? dan satu lagi, kalau kau berani menyentuhnya bahkan seujung rambutpun, kau akan mati di tanganku. kau tahu bukan aku selalu menepati perkataanku? bagaimana kalau kau coba...?" bisik Sehun di kuping irene. bisa kulihat mata irene membelalak lebar dan air matanya tidak keluar saking ketakutannya dia.
tapi sekujur tubuhnya gemetar mendengar ancaman Sehun. Sehun melepaskan wajah irene dengan hentakkan kecil lalu ia berdiri dan berjalan ke arahku dan chanyeol.
aku masih dalam keadaan syok melihat perbuatan Sehun kepada irene tadi. aku saja begini shock-nya, aku bertanya2 apa yang dirasakan irene saat Sehun mengancamnya seperti itu.
kini aku tahu benar kenapa Sehun bisa memiliki pengikut yang banyak, karena dia mempunyai aura yang luar biasa. dia bisa benar2 menakutkan dan dia juga bisa benar2 menenangkan. tipe yang begitu cocok sebagai pemimpin...
"cepat berdiri..." kata Sehun kepadaku.
"eh? oh i- iya..." sadarku dari keadaan shock-ku.
"kamu juga berdiri. kita harus bicara." kata Sehun kepada Chanyeol.
"baiklah..." kata Chanyeol sambil ia berdiri. lalu kami ber-3 pergi meninggalkan irene.
aku kasihan sekali kepada irene, dia masih terduduk di jalanan saking schock-nya. matanya masih mebelalak dan dia hanya memandangi tanah saking takutnya, dan bisa kulihat dia gemetaran serta keringatan.. huh, aku turut berduka cita.
***
aku, Sehun dan Chanyeol pergi mengarah ke MCD (sebenarnya Sehun menyuruhku pulang saja karena dia mau bicara berdua saja dengan Chanyeol, tapi aku berkeras ikut. dan lagipula aku lapar sekali, jadinya aku juga memaksa mereka ke MCD saja. hahaha) dan menempati tepat paling pojok agar tidak berisik.
sebenarnya tidak perlu di pojok juga tidak apa2 sih, karena tempat ini sepi lantaran sudah lewat jam makan malam.
aku duduk sedangkan Sehun dan Chanyeol pergi memesan makanan. ukh, mereka memang cocok sebagai kakak beradik. dasar rubah busuk, bagaimana bisa dia menghancurkan hubungan keluarga mereka! ukh!
lalu Sehun kembali diikuti Chanyeol di belakangnya. aku melihat nampan yang dibawa Sehun, isinya hanya 1 porsi Hamburger, 1 porsi kentang goreng, dan 1 soda.
"Mana punyaku?!" tanyaku kepada Sehun.
"kalau kau mau makan, pesan sendiri." jawabnya.
dasar bule tengik! tega sekali dia tidak memesankan makananku juga.. aku berdiri bersiap untuk berjalan ke konter makanan, tapi Chanyeol mencegahku.
"sudah kubelikan. duduk saja." katanya dinampan yang dibawa Chanyeol ada 2 hamburger, 2 ayam goreng, 1 kentang goreng, dan 2 soda.
ukh Chanyeol... kau memang yang paling mengerti aku! TT.TT
"jadi kau beli banyak sekali ternyata untuk babi ini?!" tanya Sehun sambil menunjukku.
"apa katamu?! babi?!" aku sudah bersiap maju untuk memukul Sehun, tapi dia menahan kepalaku dan terus berbicara.
"kupikir kau beli sebanyak itu lantaran nafsu makanmu tinggi karena sedang puber! untuk apa kau belikan dia?!"
"karena kulihat kau tidak membelikan dia, jadi kubelikan saja. habis dia kelaparan, kau tak lihat wajahnya?" kata Chanyeol kepada Sehun.
Sehun menengok ke arahku untuk melihat ekspresiku, lalu aku langsung merubah ekspresiku seperti anak anjing yang memelas.
"ukh... aku lapaar...." kataku sambil mengedip2kan mataku.
"hentikan itu. menjijikan, aku bisa muntah di wajahmu." kata Sehun.
dasar sialan... yayaya, terserah saja. aku tak peduli, pokoknya aku mau makan sekarang.
aku mau duduk di sebelah Chanyeol sampai Sehun memegang tanganku," kau kira kau mau duduk dimana?"
"akan lebih mudah makannya kalau aku duduk di sebelah Chanyeol. karena nampannya ada di dia."
"duduk disini." Sehun menarik tanganku sampai aku terduduk di sampingnya.
jadi aku duduk berdua dengan Sehun dan menghadap Chanyeol yang duduk sendiri.
Chanyeol menyerahkan Hamburger dan sodanya kepadaku. aku mengambilnya dan membuka bungkus hamburgernya.
"selamaaat makaaaa-" kataku bersiap2 melahap Hamburger yang sudah berjarak 1 senti dari mulutku.
tapi aku tak berhasil melahapnya karena sehun meletakkan tangannya diantara mulutku dan Hamburger itu.
"jangan makan pemberiannya. ini makan punyaku saja!" kata Sehun.
dasar...dia aneh sekali sih!?
masa makan hamburger pemberian chanyeol saja tidak boleh? tadi dia ga mau kasih burgernya padaku...dasar aneh... lalu aku menggigit tangan Sehun yang berada di depan mulutku kuat2.
"aduh!!!!!!!! apa2an kau!"protes sehun.
"cepat berikan burgermu aku lapar!!!kenapa sih kau tak membiarkanku makan burger dari chanyeol?! ohoho... kau cemburu ya....?" ledekku
"uph! ha! hahaha! ap- apa??! heh! cemburu?! aku tidak cemburu!" jawab Sehun gugup, tapi bisa kulihat kupingnya memerah. kupingnya selalu memerah bilamana dia merasa malu. kekeke.
"oh ya?! oh ya?!"
"tutup mulutmu!"
"hahahaahahaha!" tiba2 Chanyeol tertawa. ups, untuk sesaat aku lupa chanyeol berada disini.
"kenapa kamu ketawa?" tanyaku.
"ka- kalian mesra sekali...hahaha"
"mesra gigimu! kau tak lihat kami sedang berantem?!" tanya Sehun.
"ahaha, sungguh.. kalian mesra sekali.. aku sampai cemburu melihatnya.. hahaha" jawab Chanyeol.
entah mengapa walaupun ia tertawa tetapi dari perkataannya terdengar sedih. ah... aku lupa... Chanyeol pernah bilang dia menyukaiku... ya ampun, bagaimana aku bisa lupa!? Karena merasa tidak enak, aku hanya menunduk saja sambil memakan burgerku dalam diam.
"kembali ke topik, kenapa kau tak memberitahuku kalau rubah betina itu menjebakmu?" tanya Sehun.
Chanyeol terdiam sesaat lalu dia berkata,"beberapa kali aku ingin menjelaskannya, tapi teman2mu itu tak membiarkanku bicara denganmu. dan lagi, sepertinya kau marah sekali..."
"......... yah sudahlah, lain kali kalau ada apa2 kau sebaiknya langsung memberitahu aku. jangan sampai kejadiannya jadi berlarut seperti ini dan menjadi kesalah pahaman diantara kita."
wuaahh... sehun bisa juga bijaksana... kekeke
"oh iya ada satu lagi... aku akan pulang ke Jeju besok.." kata chanyeol.
"PROOOTT!!! AP- APA?!" teriakku sampai memuncratkan burger yang masih berada di dalam mulutku."oh ya ampun jorok sekali!! bagaimana bisa kau terlahir sebagai wanita?!" kata sehun lantaran aku memuncratkan burgerku ke tangan sehun.
"Kau mau pulang ke jeju besok??!" tanyaku lagi mengacuhkan komentar sehun.
"iya besok... hei sebaiknya kau bersihkan dulu mulutmu itu." kata chanyeol.
aku mengusap sisa burger yg menempel di mulutku dan bertanya lagi," kenapa begitu cepat?!"
"yah... karena memang urusanku sudah selesai disini. lagipula aku sudah berbaikan dengan Sehun, tak ada lagi yang benar2 kuinginkan selain ini di kedatanganku ke Seoul. aku senang sekali."
"................" aku dan Sehun terdiam saja.
"hahaha! kalian sedih ya aku pulang secepat ini?! tenang saja, aku akan main kesini lagi kok!" kata Chanyeol.
tiba2 aku teringat,"oh iya, bukankah kau bilang mungkin akan pindah sekolah disini? bagaimana? tidak jadi?"
"oh itu, ya tidak jadi. lagipula itu kan hanya rencana. aku tidak bisa meninggalkan teman2ku begitu saja di jeju." jawabnya.
"oh......." gumamku kecewa.
"kau besok berangkat jam berapa?" tanya sehun. "jam 2 siang." jawab chanyeol.
"aku akan pergi mengantar."
"aku ikut!" kataku sambil mengangkat tanganku keatas.
"iya2 ya ampun... sudah, makan makananmu dan jangan berisik!" kata Sehun. ukh,dasar manusia kejam!
jadi chanyeol akan pulang besok...? kenapa begitu cepat? padahal dia baru saja kembali baikan sama Sehun.. kenapa dia harus cepat2 pulang...?
aku akan mengantar chanyeol besok dan mengucapkan terima kasih atas segalanya yang dia lakukan padaku.
dan lagi tadi dia sengaja mendatangi irene karena dia membelaku.. entah bagaimana caranya dia bisa tahu kalau aku dikeroyok 5 orang. sisa waktu saat itu kupakai dengan memakan burger dalam diam.
***
saat ini aku, Sehun, kyungsoo, baekhyun, dan jisoo sedang berada di bandara untuk mengantar chanyeol .
aku sedih sekali karena chanyeol harus pulang secepat ini.. TT.TT
"hei, baik2lah disana..." kata Sehun sambil menepuk bahu chanyeol.
"ya, hati2 di jalan.. dan maafkan kami atas selama ini." kata kyungsoo.
"hati2 lah dijalan chan-chan !!" teriak baekhyun.
"aku tak kenal kamu, tapi hati2 ya di jalan." ini komentar manusia planet tak lain tak bukan adalah jisoo. mereka saling berjabat tangan perpisahan.
dan satu2nya yang belum mengucapkan perpisahannya hanyalah aku. lalu aku maju dan melangkah ke depan chanyeol sehingga posisi kami sekarang berhadapan.
"hei..." kataku.
"hei...." jawab chanyeol.
"terima kasih atas segalanya..."
"tidak perlu sungkan..."
"tentang itu....." aku mau bicara tentang pengakuan chanyeol padaku yang belum kujawab. tapi ada sehun disini sehinggatak mungkin aku ngomong disini.
".... tak perlu kau jawab... tentu saja aku sudah tahu jawabannya.. baik2lah dengan Sehun.." jawab Chanyeol.
aku melirik Sehun, sepertinya ia tak mendengar apa yang dikatakan chanyeol karena sedang sibuk memperhatikan anjing penjaga di pintu masuk bandara. untunglah, jadi dia pasti tak akan nanya macam2...
tiba2 ada perempuan berumur kira2 39 tahunan berdiri di samping chanyeol. itu pasti ibunya, mata dan bibir mereka mirip."hei Hunaa... tidakkah kau mau mengunjungi kami kapan2 ke jeju? sebenarnya ayahmu merindukanmu, dia selalu menelponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini. kalau kau segan pergi sendiri,ajak saja teman2mu..." kata ibu chanyeol kepada sehun.
"a- akan kupikirkan lagi.." jawab sehun. kupingnya memerah, sepertinya dia senang dengan mendengar bahwa ayahnya merindukannya. apakah anggapan Sehun selama ini akan ayahnya yang tak memperhatikannya itu salah?
ya, pasti salah. melihat dia bisa salah paham juga kepada chanyeol.. -_-
ibu chanyeol tersenyum senang atas jawaban sehun. ia berbisik kepada chanyeol ," jangan lama2 ya, ibu duluan." dan akhirnya pergi duluan kedalam tempat pemeriksaan tiket.
"nah... aku harus pergi sekarang..." kata chanyeol
"ya. hati-hatilah di jalan" kata kami bergantian.
"sebelum aku pergi...." chanyeol menarik tanganku untuk membuatku lebih dekat dengannya lalu dia mencium pipiku.
0_0
aku kaget sekali.
"ap-apa apaan kau!?" sebal Sehun.
"hahaha! itu balasan karena kau salah paham kepadaku! sekarang kita impas!" kata Chanyeol kepada sehun sambil ia berlari ke tempat pemeriksaan tiket.
"cih.. bocah busuk, kuampuni kali ini lantaran kita impas." gumam sehun. aku masih terbengong karena chanyeol menciumku.
sebenarnya chanyeol bukan hanya menciumku saja, tapi dia juga berbisik di telingaku, "terima kasih juga atas semuanya... jangan lupa, aku... menyukaimu...."
kita rahasiakan hal ini dari Sehun ya! hihihi....
"KAU HARUS MEMBERSIHKAN PIPIMU DARI RACUN ANAK ITU!!" kata Sehun kepadakuu.