CRAZY #bonus chapter
kau pernah menyukai orang yang sudah pasti tak akanmungkin menjadi milikmu? kau pernah menyukai
seseorang sampai ia tak lepas dari pandanganmu?
kau pernah menyukai seseorang sampai di titik dimana kamu sulit bernafas?
ya, aku pernah...
dan aku menyukai gadis yang baru kutemui 3 hari lalu.
yang tak lain adalah pacar dari kakak tiriku.. sehun...
aku tahu ini tak mungkin, tapi apa dayaku? apakah ini salahku karena aku telah menyukai dia? maafkan aku... tapi aku menyukaimu...
***
disini aku menunggu di gerbang belakang sekolahnya. hatiku berdebar amat cepat menunggu hanna keluar dari sekolahnya. kenapa dia tidak keluar2 juga?
memang sih dia bilang dia dapat hukuman membersihkan WC selama seminggu ini, tapi kenapa dia tak keluar juga?
padahal ini sudah jam setengah 6 sore. kemarin kyungsoo berbicara kepada hanna. dia bilang dia akan memberitahu hanna semua kejadian kenapa dia dan sehun amat membenciku.. bagaimana ini?
sehun dan yang lainnya telah membenciku karena berita fitnah itu, masa sampai hanna juga akan ikut2an membenciku karena masalah ini?
kumohon...
tak apa2 jika mereka membenciku, tapi tolong jangan kamu..
aku masih bisa tahan kalau mereka membenciku, tapi aku tak mau kalau kau ikut2an juga membenciku.
aku melihat ada cewek yang sedang mengarah kesini, kalau tak salah itu teman hanna yang bernama jisoo. akan kutanya kemana hanna.
"maaf, kamu teman hanna kan?" tanyaku kepada cewek ini selagi dia melewatiku. dia berhenti," iya aku temannya, kenapa?"
"kau tahu hanna dimana?"
"ehm.... a- aku tidak tahu..." katanya gugup sambil sesekali melirik ke arah pohon besar yang berada di halaman sekolah.
perilakunya aneh. jadi aku melihat ke arah pohon yang dia lirik sesekali itu, dan aku melihat hanna sedang berjongkok disana.
ternyata dia sembunyi di belakang pohon itu...
bersembunyi dariku...
"oh, ya sudah terimakasih. akan kutunggu dia." kataku sambil tersenyum kepadanya.
dia melotot melihat senyumku dan bertingkah gugup.
entah kenapa dia begitu.. apakah ada sesuatu yang salah di wajahku?
akhirnya dia pergi dan aku tetap menunggu hanna.aku tidak mau menghampirinya, aku akan menunggunya sampai dia keluar.
sudah 2 jam aku menunggu dia untuk keluar dari tempat persembunyiannya, namun ia tak keluar2 juga.
aku amat sedih karenanya. dia benar2 membenciku sekarang. dia bahkan tidak mau bertemu denganku sampai rela bersembunyi selama ini untuk menghindariku.
kumohon... kumohon jangan sampai kamu ikut membenciku...
lalu aku melihatnya berdiri dan berlari ke arah samping sekolah. feeling-ku dia pasti akan mencoba kabur dariku dengan memanjat tembok, lalu aku berputar ke arah dimana dia akan turun.
dan benar saja dugaanku, dia menggantung di tembok karena tidak bisa turun..hahaha, dia memang benar2 bodoh...
"butuh bantuan?" kataku kepadanya.
dia menengok ke belakang dengan wajah amat bersyukur karena ada yang memberinya bantuan. tapi setelah dia tahu orang itu adalah aku, ekspresinya berubah kelam.
"terimakasih." katanya sambil menundukkan kepalanya.
setelah jeda beberapa detik dia bersiap untuk kabur,namun usahanya gagal karena aku menangkap tangannya.
"kenapa kau menghindariku?" tanyaku pedih.
"lepaskan aku!" teriaknya sambil berusaha melepas genggamanku dari tangannya,
"jawab dulu kenapa kau menghindariku."
dia tidak menjawab melainkan menarik tangannya kuat2.genggamanku terlepas dari tangannya akibat kuatnya dia memberontak, tangannya terbang dan kukunya menggores wajahku yang telah terluka sebelumnya karena dipukul kyungsoo dan menciptakan luka garis yang panjang dan amat perih rasanya. tapi rasa perih di wajahku tak seperih luka di hatiku karena dia menghindariku.
dia melihat wajahku yang terluka dan dia mengurungkan niatnya untuk kabur. lalu dia mulai mengeluarkan kotak P3K yang selalu dibawanya dan mulai mengobati lukaku.
kenapa?
kenapa dia tak pergi saja meninggalkanku?
perasaan dalam dadaku meluap2 seakan akan meledak kapan saja.
aku memakai kesempatan ini untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, bahwa irene telah menjebakku dan aku korban dari semua ini. dia menyimakku sambil mengobati luka di wajahku. bisakah kau obati juga luka di hatiku?
kumohon jangan hindari aku, kumohon.. kumohon...
perasaan ini sudah meluap dan tak terbendung lagi...
aku mengambil tangannya yang tengah mengobati lukaku dan kutaruh di dadaku,
"aku tidak aku bersungguh2 akan hal itu... merebut irene... tapi bagaimana ini?Aku. menyukai..... mu...... "
kata2 ini mengalir begitu saja dari mulutku. tanpa aku sendiri sadar atas apa yang kukatakan.
bagaimana aku bisa begini bodoh? bagaimana aku bisa lepas kendali dan menghancurkan semuanya?
dia terperangah, sampai akhirnya dia menarik tangannya dari dadaku.
dia memandangku dengan ekspresi tak percaya. wajahnya merah sekali lantaran kaget atas pengakuanku.
"a- aku... aku...." gumamnya, sampai akhirnya dia berlari meninggalkanku.
aku terduduk melihatnya berlari. aku terus memandang sosoknya sampai benar2 hilang daripandangan.
bagaimana aku bisa lepas kendali? aduh, bodohnya aku!
sadarlah Park chanyeol! dia pacar kakakmu! dia objek yang tak boleh kau sentuh. kau tak boleh menyentuhnya, apalagi menyukainya. tidak boleh....
"Park chanyeol... kau bodoh..." gumamku.
***
setelah kejadian kemarin aku tak lagi pergi ke sekolah hanna.berusaha dengan tidak menemuinya aku akan melupakannya.
tapi ternyata itu sia2.. langkahku membimbingku kemana dia berada. aku mengikutinya setelah dia pulang dari sekolah, aku berusaha agar dia tidak sadar aku mengikutinya. dan itu berhasil. orang begitu cuek dan lemot seperti dia pasti takkan sadar bila dibuntuti..
entah kenapa aku jadi seperti ini. karena dia aku jadi kehilangan kendali dan mengikuti dia seperti stalker saja -_-
dari berhari2 aku mengikuti dia, aku mendapati bahwa setiap harinya sehabis pulang dari sekolah dia selalu pergi ke RS tempat sehun di rawat.tapi usahanya untuk menemui sehun tidak pernah berhasil karena sehun tak mau bertermu dengannya dan teman2nya juga menghalangi agar hanna tak dapat bertemu dengan sehun.
pasti semua ini karena kejadian waktu itu. pasti sehun marah karena pada saat itu hanna lebih memilih untuk bersamaku dari pada ke sehun. ini semua salahku...
kenapa sih aku bisanya bikin kacau saja?! seharusnya aku tak usah datang ke Seoul! ugh!
hari ini hanna tidak pergi ke RS lantaran sehun sudah keluar dari RS, jadinya dia langsung mengarah pulang. entah kenapa dia lesu sekali..
di perjalanan pulang dia mampir ke cafee seven eleven dekat komplek rumah hanna. jadi aku memutuskan untuk berputar2 saja di kompleks rumahnya agar dia tak melihatku saat dia keluar nanti. saat aku sedang berputar2 di sekitar rumahnya, heuk! itu sehun! heh? sedang apa dia mondar-mandir di depan rumah hanna begitu? dia mondar-mandir sambil sesekali melihat jendela kamar di lantai 2. dan setahuku kamar hanna berada di sana.
setahuku dia tak mau bertemu hanna, lalu apa yang dia lakukan di depan rumahnya begitu?
hahaha, ternyata bukan aku saja yang kehilangan kendali karena hanna. tapi cowok berkarisma seperti sehun ternyata juga kelihatan bodoh kalau berkaitan dengan hanna. kekeke, perasaanku jadi lebih baik.
setelah beberapa lama sehun bolak-balik, akhirnya dia pergi juga dari depan rumah hanna.
ngomong2, kenapa hanna lama sekali? kenapa dia tak kembali2 juga dari cafee? ini aneh..
aku langsung bergegas menuju ke arah 7eleven, dan di jalan aku melihat hanna sedang disekap oleh 5 orang cowok berbadan besar. dari seragamnya, itu seragam SMA yang sama dengan irene. mereka pasti suruhan rubah betina itu!
bagaimana dia bisa begitu licik mengirimkan 5 orang untuk menghabisi hanna?! oh ya ampun, aku pasti akan membuat perhitungan kepada rubah busuk itu.
aku sudah bersiap2 untuk menolong hanna, tapi kukurungkan niatku karena aku melihat sehun sedang berjalan ke arahku. aku langsung sembunyi sebelum sehun dapat melihatku. sehun berjalan melewatiku, dia tidak sadar akan keberadaanku yang sedang bersembunyi di balik tiang karena dia sedang berkonsentrasi dengan pikirannya sendiri.
tiba2 dia berhenti dan terperangah. dari ekspresi terkejut-nya bisa kuketahui bahwa dia melihat hanna yang sedang di keroyok 5 orang itu. ternyata keputusanku utuk sembunyi tepat, hanna pasti lebih suka kalau sehun yang menolongnya.
sehun hanya berdiri mematung dalam keterkejutannya, tapi selang beberapa detik dia mengubah ekspresi shock-nya dengan ekspresi dingin dan berbalik meninggalkan hanna.
"SEHUNNNN!" teriak hanna meminta pertolongan dari sehun yang meninggalkannya.
kenapa sehun meninggalkannya?! bagaimana dia bisa tahan membiarkan hanna dibekap oleh 5 orang begitu?!
padahal keadaan hanna sudah parah dengan luka sana-sini. tak kuduga sehun bisa bersikap begitu kepada hanna.
yah, aku tidak heran sih. orang dengan harga diri tinggi seperti sehun pasti akan melakukannya kepada orang yang telah membuangnya..bisa kulihat ekspresi hanna amat terluka karena sehun meninggalkannya. hanna terus memberontak dari bekukan 5 orang itu, tetapi usahanya tak membuahkan hasil.
"sehun!! hei! tolong aku!!! uph-!!!" teriak hanna sekali lagi meminta tolong, tapi dia keburu dibekap oleh si muka gorila sebelum dia bisa menyelesaikan kata2nya.tubuhku menegang melihat hanna diperlakukan begitu kasarnya. ingin rasanya aku melompat ke arahnya dan menolong, tapi kutahan keinginanku ini dalam2. entah kenapa, aku percaya pasti sehun tidak akan tega meninggalkan hanna begitu saja.
aku melihat ke arah sehun, ekspresinya.. ekspresi sehun begitu terluka.. mungkin hanna tak dapat melihatnya karena sehun membelakangi hanna, tapi aku dapat melihatnya dengan amat jelas.
ternyata walaupun sehun memang berjalan meninggalkannya, tetapi hatinya begitu terluka karena meninggalkan hanna.
ekspresinya tidak bisa bohong kali ini. harga dirinya yang tinggi mengharuskan dia berjalan meninggalkannya. aku tahu sehun begitu terluka karena hanna membuangnya, tapi aku tahu dia lebih terluka lagi saat ini. akan kulihat sampai kapan harga dirinya itu dapat menahan dirinya untuk tidak menolong hanna.
"GYAAAAAAA!!!!" suara si muka gorila yang membuatku mengalihkan perhatianku lagi kepada hanna dari sehun.
0_o! ternyata Asuka menggigit tangan si muka gorila yang membungkam mulutnya itu. wuahh... aku tak percaya hanna begitu gigihnya melawan mereka.
si gorila dengan reflek melepaskan pitingannya dan hanna berhasil kabur. dia berteriak2 memanggil2 sehun sambil berlari ke arah sehun berusaha meraihnya. tapi usahanya gagal karena dia kembali ditangkap oleh 5 orang itu. hanna terjatuh dan dia dibekap dengan wajah mencium tanah. hatiku begitu sakit melihat hanna diperlakukan seperti itu. tapi aku tak boleh ikut campur, ini adalah momen mereka. aku menahan diriku sangat kuat agar aku tak melompat ke sana dan masuk ke celah diantara mereka.
hanna menangis, air mata mengalir deras di pipinya. dia putus asa dan di sela2 keputus asaannya dia berteriak,
"DASAR KAU PSIKOPAT PIRANG! BISA2NYA KAU MENGACUHKANKU DITANGAN 5 PRIA HOMO INI! TEGA2NYA KAU MELAKUKAN INI KEPADAKU! DASAR KEPALA KOSONG BERWARNA ORANGE!!! AKU MENCINTAIMU BODOH!!! KEPALA KOSONGMU ITU PASTI TAK PERNAH SEKALIPUN MENGETAHUINYA!! DASAR BUCERI!!!!!!!"
buceri...? apa itu...?
aku tak tahu artinya, namun bisa2nya hanna memaki2 sehun di sela2 pengakuan cintanya..
hahaha... dia benar-benar..bodoh...sehun mematung mendengar perkataan hanna. selang beberapa detik dia langsung memburu 5 orang itu dengan kecepatan kilat dan menghabisi mereka. aku takjub dengan kehebatan sehun dalam berkelahi. bahkan dengan tangan di-gips dan badan yang baru sembuh begitu dia masih dapat berkelahi selincah dan sekuat itu.
ternyata pengakuan cinta hanna menghancurkan harga diri sehun. hahaha, bahkan orang seperti sehun bisa dibuat hanna terlihat bodoh. aku kagum dengan hanna.
5 orang itu ambruk ke tanah, sebagian dari mereka mengeluarkan darah dari mulutnya. entah kenapa aku jadi kasihan sama 5 orang itu... -__-
sehun menghampiri hanna, dan sehun berbicara dengan hanna cukup panjang.
dari percakapan mereka aku jadi tahu apa arti BUCERI itu.. dan aku juga tahu bahwa yang membuat sehun menolong hanna dan membuang harga dirinya itu adalah pengakuan hanna 'AKU MENCINTAIMU BODOH!!' kepadanya.
hahaha, tebakkanku benar.. ternyata sehun kalah dengan pernyataan yang keluar dari mulut hanna dan membuang rasa 'harga diri tinggi' nya untuk tidak menolong hanna.2 orang ini memang tercipta untuk bersama...aku membalikkan badanku dan pergi.
aku tak tahan dengan rasa nyeri yang timbul di hatiku akibat menyaksikan kebersamaan mereka. ingin rasanya aku melawan takdir dan merebut hanna dari sisi sehun, tapi aku tahu itu tidak mungkin. yah, mungkin ini saatnya.ini saatnya untukku pergi sebelum rasa suka yang dalam ini berubah menjadi cinta.
ya, aku akan pulang ke jeju. aku pulang karena kelemahanku dan untuk melindungi diriku agar tak jatuh lebih dalam lagi dalam perasaan ini.. tapi sebelum itu, masih ada 1 hal yang harus kulakukan......
***
aku pergi ke SMA irene untuk membuat perhitungan dengan irene.
selama ini aku sudah terlalu lama bersabar dan terlalu lama diam. selama ini aku diam dan tak sekalipun membuat perhitungan dengan rubah busuk ini walaupun dia telah menghancurkan hubunganku dengan sehun. dengan dia mengirim 5 orang untuk menghabisi hanna dia telah sukses membuat kesabaranku habis.
ini saatnya aku membuat perhitungan dengannya. walaupun membuat perhitungan dengannya tidak merubah apapun, setidaknya itu memuaskanku. apaperlu kutambah 1 atau 2 pukulan di wajahnya.....?
aku menunggunya keluar dari sekolah sampai hari sudah sore, tapi rubah busuk itu tak juga memunculkan batang hidungnya.aku mencegat cewek yang kutahu adalah pengikut irene dan kutanya dimana irene berada. cewek ini pertamanya tak mau memberitahuku dimana si rubah itu berada, tapi aku menjalankan trik yang biasanya berhasil kulakukan kepada cewek2 tipe seperti dia (kalau dia bisa berteman dengan irene, pasti paling tidak sifatnya sama bukan? irene saja seperti w**************n, apalagi pengikutnya? *tolong jangan anggap aku jahat, tapi memang itu faktanya*)
banyak orang bilang aku ganteng (jangan bilang aku sombong atau ke-PDan plis..) dan banyak cewek yang naksir padaku karena wajah ini, jadi tak ada salahnya bukan sesekali kupakai wajah ini untuk mendapatkan apa yang kumau?
aku mendekatkan wajahku ke wajah cewek ini dan memojokkannya di tembok lalu mengurungnya dengan tanganku.
bisa kulihat cewek ini gugup setengah mati, tapi matanya tetap terpaku kepadaku tanpa berkedip sekalipun.
"bisa kasih tahu aku dimana irene...? kalau kau beri tahu, akan kuberi hadiah..." kataku dengan merendahkan suaraku berharap aku berhasil menirukan om-om yang sedang merayu gadis SMA seperti yang ada di film2. dan aku berhasil!
cewek ini tidak merasa jijik dengan perbuatanku ini, tapi wajahnya makin memerah dan dia makin gugup.
aku sendiri jijik dengan perbuatanku ini, tapi aku harus tahu cepat dimana irene berada. aku sudah pulang besok, jadi aku harus cepat2 memburu dan membuat perhitungan dengan rubah busuk itu!
"ire....i..irene *glek* kabur tadi karena melihatmu berada disini. sekarang dia sedang dalam perjalanannya ke rumah..." kata cewek ini gugup sambil masih menatap wajahku lekat2 tanpa berkedip sekalipun.
sialan... rubah itu kabur?! bisa2nya dia kabur tanpa ketahuan olehku..
aku langsung berlari ke arah yang mungkin dilewati irene dalam perjalanannya dan meninggalkan cewek gugup itu tanpa memberi salam perpisahan atau hadiah yang kujanjikan. aku benci sekali dengan tipe cewek macam itu, dan aku sendiri juga benci sekali dengan kenyataan bahwa aku menggoda cewek macam itu untuk mencari irene -__-.
rubah itu benar2 telah menghancurkan hidupku!
beruntung, aku menemukannya tak lama setelah aku berlari. aku langsung menangkap tangannya dan diasontak kaget.
"ada yang perlu kubicarakan denganmu rubah tengik." kataku dengan menahan hasratku untuk mengobrak abrik wajah orang yang berada di hadapanku ini.
"chan....chanyeol... oh ya ampun, lama tak bertemu.." katanya pura2 senang. padahal aku tahu dia ketakutan sekali.
"bisa2nya kau berpura2 manis. kau kira kau cantik dengan berpura2 begitu? kamu menjijikan tahu." sindirku.
tubuh irene menegang dan akhirnya wajah aslinya keluar. ekspresinya berubah dari cewek sok imut menjadi ekspresi dengan senyum jahat yang ada di film2.
"jangan berbicara kepadaku seperti itu. apa urusanmu? cepat katakan, aku tak ada waktu meladenimu." katanya dengan ekspresi sebal.
"jangan bertingkah sok. kalau aku mau, aku bisa mengacak-acak wajahmu sekarang." kataku.
irene menelan ludah dan diam saja atas perkataanku. sepertinya dia sadar bahwa lebih baik diam daripada membuatku makin marah.
"kau kan yang mengirim 5 orang itu untuk menghabisi hanna?!" teriakku kepadanya.dia tertegun,"kalau memang iya, apa urusannya denganmu? untuk apa kamu peduli?"
aku ingin bilang bahwa tentu saja itu urusanku karena aku menyukainya, tapi kutahan dalam2,
"dia pacar sehun dan kau tahu itu!" kataku.
"tentu.. tentu saja aku tahu."
"lalu? kenapa kau melakukan itu?! kau tak puas hanya menghancurkan hidupku saja hah?!"
"sehun milikku! dan cewek jelek itu harus mengembalikkan padaku yang sebenarnya adalah milikku!"
dasar perempuan busuk. dia yang meninggalkan sehun dan masih meng-klaim bahwa sehun adalah miliknya? sebenarnya apa yang ada di pikirannya?! aku sama sekali tidak dapat mengerti..
"dia bukan milikmu rubah busuk. kau meninggalkan sehun. ah, bukan meninggalkan, kau MEMBUANGNYA!"
"lebih baik jaga mulutmu bocah. kau pikir kau bisa bicara seenaknya mentang2 aku menyukaimu dulu? dulu kau menolakku, sekarang kau mau menggodaku?"
"menggodamu? hah! lebih baik aku menggoda anjingku daripada harus menggoda wanita bau sepertimu."
"ap-"
"karena perbuatanmu itu sekarang sehun dan yang lainnya membenciku! karena kau mengaku2 telah berpacaran denganku! bisa2nya kau berbuat seperti itu disaat aku mabuk!"
"mengaku2?! hahaha, lucu sekali kau! kau yang menciumku duluan!"
"mungkin kau pikir aku tidak ingat, tetapi walau dalam keadaan mabuk aku ingat semuanya! kau yang menciumku dan mengatakan pada semuanya bahwa kita telah pacaran! menjijikan."
"begitu..? hahaha, walaupun kau ingat, tak ada satupun yang mempercayaimu. apa maumu sekarang? lebih baik kau jangan mengungkit2 masa lalu."
aku benci bahwa perkataannya benar. tak mungkin ada yang mempercayaiku. kejadian ini telah lama berlalu dan fakta tak lagi perlu untuk diungkapkan.
"aku percaya kepadanya."
......?!
se...sehun....?!
bagaimana dia bisa ada disini?
sejak kapan dia berada disana? sejauh mana dia mendengar percakapanku dengan rubah ini?
"aku percaya kepada chan." kata sehun lagi.
irene ketakutan setengah mati. bahkan dia ketakutan lebih daripada saat aku mengancamnya tadi,
"oppa... kau mendengar semuanya...?" kata irene dengan suara bergetar.
MUAAHHAHAHAHAHA!!! HAHAHAHAH!!! hatiku bersorak melihat rubah busuk ini dalam situasi seperti ini. bahkan aku rela terjun dari atas gedung di dalam momen membahagiakan seperti ini!
"oppa..." gumam irene, bisa kulihat dari mata irene bahwa ia ketakutan setengah mati.
"memangnya ada yang perlu kudengar?" kata sehun berpura2 bodoh.
"i- itu semua bohong.. sungguh, dia menjebakku." irene panik. bisa kulihat bicaranya mulai ngaco saking paniknya, dan dia mulai memakai alasan apapun untuk melindungi dirinya. tapi bagaimana bisa dia bilang aku menjebaknya?
"apa katamu-" aku baru mau mulai protes tapi sehun mengangkat tangannya menghentikanku
untuk bicara.
lalu sehun memutar tubuhnya sampai mengarah kepadaku,
+BUAAAAAAKHHHHHHHHHH!!!+ sehun melancarkan bogemnya ke wajahku kencang sekali.
aku terjatuh ke tanah dan terbengong atas perlakuan sehun. hanna berlari ke arahku berusaha menolongku yang sedang terbengong ini dan meneriaki sehun.
apa salahku sampai dipukul begini? apakah ini karma karena aku bersorak atas ketakutan irene?
"itu untuk ketidak jujuranmu kepada kakakmu sendiri." kata sehun.
ap... apa....?
kakak?! oh aku tak percaya ini...
dia telah memaafkanku?! Kakakku 'sehun' telah memaafkanku?!hatiku lebih bersorak lagi sekarang daripada tadi. aku bahkan rela mati dalam momen ini.
kegembiraanku pecah karena aku melihat irene yang berusaha melarikan diri.
tapi ternyata usaha irene sia2 karena sehun menangkapnya sebelum ia berhasil kabur.
MUAAHHHAAHAHAHAHAHAH!!! HARI INI AKU BAHAGIA SEKALI!!!!
+PLAAAKK!!!+ sehun menampar irene.
cih... cuma ditampar saja... padahal dia lebih pantas kalau digebukin sampai matanya copot.
rasanya ini tak adil... aku sang 'korban' dapat tonjokan keras sampai gigiku rasanya mau lepas, namun sang 'pelaku' mendapat tamparan yang hanya akan terasa sakit untuk 5 menit ke depan... -_-
"oppa..! bagaimana mungkin kau menamparku?! aku ini rene! aku cintamu!" teriak irene sambil menangis deras sekali.
aku melihat sehun tertegun mendengar perkataan irene. lalu sehun berjongkok di samping irene lalu mencengkram pipinya. lalu sehun memutar wajah irene menghadap ke arah hanna yang berada di sisiku.
"kau lihat dia? dia pacarku. bukan kamu. lihat baik2. tidak ada lagi yang namanya 'aku cintamu'. cuma dia seorang bagiku, kau mengerti? dan satu lagi, kalau kau berani menyentuhnya bahkan seujung rambutpun, kau akan mati di tanganku. kau tahu bukan aku selalu menepati perkataanku? bagaimana kalau kau coba...?" ancam sehun dengan suara yang amat menawan namun mengerikan dan dengan aura yang luar biasa.
irene amat ketakutan. pandangan matanya gelap dan dahinya berkeringat. dia gemetaran dan giginya mulai gemelutuk. sehun menghentakkan wajah irene dan berjalan ke arahku dan Asuka.
wuah... aku takjub sekali dengan kejadian barusan...sehun keren sekali... aku bangga punya kakak seperti dia! (walaupun hanya kakak tiri sih..)
mungkin gak ya aku bisa seperti dia kemudian hari? hahahaha
"cepat berdiri..." kata sehun kepada hanna. bisa kulihat sehun cukup cemburu karena hanna berdiam di sampingku.
"kamu juga berdiri. kita harus bicara." kata sehun kepadaku. "baiklah..." kataku.
lalu kami meninggalkan irene yang masih dalam mode 'shock'-nya.
ini saatnya kebenaran terungkap, aku akan menceritakan semua yang terjadi kepada sehun. tak satupun akan kusembunyikan.
eh- ada satu yang akan kusembunyikan. akan kusembunyikan perasaanku pada hanna dalam2...
***
sebenarnya urusan ibuku sudah selesai di seoul ,tetapi dia masih ingin berlibur disini sampai 1 minggu ke depan.
tapi aku mengajaknya kembali ke jeju. ajakanku untuk pulang yang cukup memaksa membuat ibuku menurutiku. aku harus pergi dari sini, aku harus pulang secepatnya. semakin jauh aku dari dirinya, akan semakin cepat aku melupakannya ,sebelum perasaanku jatuh lebih dalam lagi kepadanya.
setelah kejadian dengan irene kemarin aku beserta hanna dan sehun pergi ke MCD.
disana aku memberitahukan mereka akan kepulanganku hari ini. dan disinilah mereka, di bandara mengantar kepergianku. tak kuduga kyungsoo dan baekhyun sampai ikut mengantarku (teman hanna yang bernama jisoo juga mengantarku sih.. tapi aku tak terlalu peduli.) berarti mereka sudah benar2 memaafkanku. ternyata kedatanganku ke seoul idak sia2.
"hei, baik2lah disana..." kata sehun sambil menepuk bahuku.
"ya, hati2 di jalan.. dan maafkan kami atas selama ini." kata kyungsoo.
"hati2 lah dijalan Han chanchan!!" teriak baekhyun.
"aku tak kenal kamu, tapi hati2 ya di jalan." kata jisoo. kini aku tahu kenapa dia bisa berteman dengan hanna.. cara pikir mereka sama -__-'
mereka menjabat tanganku satu-persatu. dan kini tinggal hanna yang belum mengucapkan apa2 padaku.
dia merasa canggung. pasti karena pengakuanku belum lama ini yang tak kunjung dijawabnya juga. yah.. aku memang tak perlu jawabannnya sih...
"hei..." katanya memecah kecanggungan.
"hei..." balasku.
"terimakasih atas segalanya.."
"tak perlu sungkan.."
"tentang itu....." aku tahu dia pasti mau membahas tentang pengakuanku. tapi ini bukan saat yang tepat, sehun disini.
".... tak perlu kau jawab... tentu saja aku sudah tahu jawabannya.. baik2lah dengan sehun.." selaku.
ibuku datang memecah kecanggunganku dengan hanna. dan aku bersyukur atasnya.
"hei sehun... tidakkah kau mau mengunjungi kami kapan2 ke jeju? sebenarnya ayahmu merindukanmu, dia selalu menelponku menanyakan keadaanmu saat aku berada di sini. kalau kau segan pergi sendiri,ajak saja teman2mu..." kata ibuku ke sehun.
ya, itu benar. ayah selalu menanyakan keadaan sehun. lebih tepatnya 'ayah merindukan sehun'. entah kenapa sehun tidak lagi berhubungan dengan ayah.. tetapi setelah ibu berkata begitu kepada sehun, kulihat air muka sehun berubah menjadi senang. seperti anak kecil yang bahagia karena mendapat mainan baru. perkataan ibu menyenangkannya...? tidakkah dia tahu selama ini ayah merindukannya?
"a- akan kupikirkan lagi.." jawab sehun canggung. ibu tersenyum mendengar jawaban sehun dan berbisik kepadaku, " jangan lama2 ya, ibu duluan." lalu ibu pergi ke tempat pemeriksaan karcis .
nah, ini saatnya. saatnya aku berpisah dengan semuanya. terutama, hanna.
"nah... aku harus pergi sekarang..."
"ya. hati-hatilah di jalan" kata mereka serentak.
ini yang terakhir.. setidaknya biarkan aku jujur atas perasaanku untuk yang terakhir kalinya.
aku tak mau kembali ke jeju sebagai pengecut yang telah kabur karena takut jatuh cinta.
jadi, biarkanlah aku jujur terhadap perasaanku sebelum akhirnya aku bisa melepaskanmu dan melangkah maju.
"sebelum aku pergi...." kataku.
lalu aku menarik tangan hanna agar merapat kepadaku.
aku berbisik di telinganya dengan volume yang hanya bisa didengarku dan hanna.
"terima kasih juga atas semuanya... jangan lupa, aku...menyukaimu...."
lalu aku mengecup pipi hanna dan melepas genggamanku atas tangannya.
ini satu langkah bagiku untuk maju dan melupakannya..
aku melihat sehun melotot kaget atas kelakuanku,"ap-apa apaan kau!?" teriak sehun.
aku tersenyum nakal kepadanya, "hahaha! itu balasan karena kau salah paham kepadaku! sekarang kita impas!"
aku berkata begini karena aku tahu bahwa dia pasti akan memaafkan aku karena telah mencium hanna supaya impas.
lalu aku berlari meninggalkan mereka.
kulihat sehun ngamuk2 dengan berteriak2. tapi sehun tidak marah beneran, melainkan marah seperti anak kecil yang marah pada dirinya sendiri. bisa kulihat hanna 'shock' atas perbuatanku, kyungsoo dan baekhyun sedang menenangkan sehun yang sedang mencak2, dan jisoo yang melambai2 kepadaku.aku melambaikan tanganku sambil tersenyum kepada mereka walaupun aku tahu mereka tak melihat (jisoo melihatku, dia sedang melambai padaku soalnya -__-)
lalu aku pergi ke tempat pemeriksaan karcis dan masuk ke pesawat yang akan membimbingku pulang ke jeju