Tiga Puluh: Mimpi Buruk

2132 Kata

Rasanya seperti mimpi di saat demam. Dany tiba di rumahnya ketika waktu menunjukkan pukul dini hari. Beberapa orang mulai memenuhi pekarangan rumah, dan tenda sudah mulai terpasang. Bapak-bapak yang berkumpul di area pekarangan menghampirinya dengan wajah sendu dan meminta Dany untuk tetap tabah. Salah satu ibu-ibu yang melihat kedatangannya, bergegas membawa Dany masuk ke dalam rumah. Orang pertama yang menyambut Dany adalah Kinan. Adik bungsunya itu masih menangis kencang sembari menyebutkan kata 'ibu' berulang-ulang. Masuk ke dalam pelukan Dany tanpa berniat melepaskan diri dari sang kakak. Tepat di ruang tengah, terbujur kaku tubuh sang ibu tertutup kain dengan para tetangga duduk melingkarinya sembari memanjatkan doa-doa. Surya dan Gilang, muncul tak lama kemudian. Keduanya langsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN