Tiga Puluh Satu: (not) Superhero

1611 Kata

Haidar baru saja tiba di apartemen milik Vinka. Beberapa saat lalu, ia dihubungi oleh Kayla bahwa ada masalah besar yang sedang terjadi. Dirinya yang sedang melakukan pemotretan di area Cawang, merampungkan pekerjaannya secepat mungkin. Sepanjang jalan merasa gelisah, sebab kali terakhir dia mendapat telpon dari Kayla. Sepupunya itu sudah menjambak seorang ibu-ibu di depan umum. Kayla memberitahukan bahwa Haidar langsung saja datang ke ruang manajemen apartemen. Ketika ia tiba di sana, Haidar mendapati sepupunya sedang berbicara dengan beberapa orang berseragam polisi. Tepat di sebelahnya, Vinka berjongkok sembari mengigiti kuku terlihat sekali sedang gelisah. "Mas Idar." "Gimana? Kalian nggak papa?" tanya Haidar sembari memeriksa keadaan dua perempuan tersebut dengan cepat. Bagaimanap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN