Dany menyangka tawaran yang diberikan Wira sekedar alasan agar kedua kakak tingkatnya itu bisa memberikan bantuan tanpa dirinya merasa terbebani. Setelah mengiyakan tawaran tersebut, sejumlah besar uang masuk ke rekeningnya bersama setumpuk undangan pernikahan yang bahkan Dany tak mengenal satupun nama mempelai yang tertera di sana. Awalnya Dany kira Fandi akan mengeluarkan protes karena jumlah acara yang mereka datangi, secara tidak langsung membuat akhir pekan akan diisi dengan pergi ke satu pesta ke pesta lain. Nyatanya, pria itu nampak santai saja. Usut punya usut, semua pesta itu turut mengundang orang-orang yang menjadi target Fandi untuk menawarkan kerja sama. Pantas saja laki-laki itu tidak keberatan waktu istirahatnya terganggu untuk menggali informasi bersama Dany. Masalahnya t

