Dany selalu mengingatkan Wira akan adik perempuannya. Lebih tepatnya saat sang adik masih memandang dunia dengan positif dan berani bermimpi seluas-luasnya. Namun, setelah melihat langsung bagaimana Wira dicaci maki kedua orang tuanya hanya karena memilih berkuliah di dalam negeri dan bukan di negara-negara eropa, cara sang adik melihat dunia berubah drastis. Padahal Wira berhasil masuk perguruan tinggi negeri ternama di Bandung dengan nilai terbaik. Saat itulah Wira kehilangan sosok adiknya yang teramat cerah bak mentari, tergantikan sosoknya yang kelam seperti malam dan hanya menjadi boneka hidup untuk kedua orang tua mereka. Itulah kenapa ketika tau Fujiyoshi-san sangat menyukai Dany, bohong kalau Wira bilang ia merasa tak bangga. Bahkan mantan duta besar itu membiayai sebagian besar p

