Dua Puluh Tujuh: Perasaan Bersalah

1594 Kata

Menghabiskan waktu bertahun-tahun tinggal di negeri orang, bohong kalau Fandi bilang ia tidak terbawa sedikitpun budaya barat yang ada di sana. Masa mudanya diisi dengan pergi memasuki berbagai bar yang ada di Melbourne. Minum hingga semalam suntuk, lantas b******u dengan wanita yang takkan ia ingat siapa namanya keesokan pagi. Untuk Fandi hidup itu singkat, jadi nikmatilah sebebas mungkin selama kamu bisa. Masalahnya Fandi tidak menyangka bahwa ia akan menghadapi apa yang paling ditakuti semua orang di usia muda. Kematian. Kalau tak salah saat itu musim dingin di penghujung tahun. Tak seperti biasanya, kali ini dia setuju menghabiskan masa liburan bersama keluarga sang kakak. Kakak perempuannya menikahi seorang pria Indonesia yang telah menetap lama di Australia. Meski sang suami tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN