Tiga Puluh Sembilan: Nasihat Kakak

1686 Kata

"Mbak Raya?" Haidar terkejut bukan main kala menyadari siapa orang yang sedang berdiri di depan pagar rumah kontrakannya. Ia tak mau membayangkan bagaimana kakaknya satu itu berhasil tiba di rumahnya yang terletak di gang kecil. Raya muncul dengan kemeja biru bergaris-garis dengan celana panjang berwarna putih, ada sweater berwarna coklat tua melingkar di lehernya sebagai pendukung penampilannya. Belum lagi sepatu hak tinggi hitam, dan tas birkin yang entah koleksi keberapa milik Raya. Namun, yang lebih mengejutkan Haidar adalah fakta bahwa Raya ternyata tidak seorang diri. Tepat setelah Haidar memanggil nama sang kakak kedua, seorang pria yang berdiri membelakanginya menoleh. Siapa lagi kalau bukan Pandu. Kakak pertamanya itu masih mengenakan setelan jas rapi, dengan sebuah mantel musim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN