"WAH KAK DANY!" Dany tertawa kecil ketika Raka menyadari keberadaannya, anak itu berlari kencang sehingga tasnya bergoyang-goyang di sisi belakang. Lucu sekali melihat anak itu berlari menggunakan tas yang ukurannya tak beda jauh dari dirinya sendiri. Teriakan Raka barusan, sukses membuat beberapa pasang mata meliriknya. Khususnya para ibu yang sepertinya anak mereka berteman dengan Raka. Merasa bingung kenapa yang menjemput Raka bukanlah perempuan paruh baya yang notabene pengasuh mereka, ataupun ayah dan bibi Raka sendiri? Pemandangan seorang perempuan muda asing menjemput Raka, jelas menarik perhatian sendiri. "Halo, Mbak Dany. Saya sudah diberitahu sama Pak Fandi, kalau Raka dijemput sama Mbak." Salah seorang perempuan muda yang mengenakan apron berwarna peach berjalan mendekat. Meli

