Empat Puluh Satu: Ketahuan

1324 Kata

Dany menatap berkali-kali jam digital di atas meja. Biasanya jam itu dalam posisi menghadap ke bawah sehingga orang tidak bisa melihat sudah pukul berapa saat ini. Perempuan tersebut pernah bilang kehadiran jam di saat-saat bekerja justru mengantarkannya pada kegilaan apalagi ketika deadline semakin dekat. Namun, kali ini berbeda. "Izin aja sih, kalau lo buru-buru." Haidar yang sedaritadi melihat kegelisahan Dany tidak tahan untuk tidak berkomentar. "Lo kayak orang mau kebelet tau nggak." "Nggak bisa," bisik Dany melirik Ara yang duduk di kursinya dengan mata tertutup handuk hangat. Pagi ini ketua tim mereka memang sibuk sekali, namun tak ada satupun yang berani bertanya kenapa. Mereka semua sepakat untuk tidak menganggu Ara terlalu banyak hari ini. "Lagian gue kemarin udah pulang cepat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN