Tak seperti para anak laki-laki yang selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan atas meski mereka tak pernah menunjukkan batang hidup, untuk anak perempuan ada perlakuan berbeda dari lingkungan sosial kalangan atas. Jika tolak ukur kesuksesan seorang laki-laki dilihat dari bagaimana kepiawaian mereka dalam berbisnis dan meraih kekayaan yang berlimpah, maka tolak ukur untuk seorang perempuan adalah dengan siapa mereka mengikat tali pernikahan. Mau sebesar dan sesukses apapun karir seorang perempuan jika dia berakhir menikah dengan laki-laki yang berbeda strata sosial dengan mereka, dia pasti dipandang sebelah mata. Kakak sulung Vinka, adalah bukti nyatanya. Ia ingat bagaimana para ibu-ibu sosialita kerap memuji kepiawaian sang kakak dalam berbisnis dan bagaimana dirinya berhasil meraih

