Author POV Dua puluh menit sebelum kejadian, perempuan yang sudah mengenakan tudung hitam datang ke arah rumah yang ia jadikan sebagai markas. Dia menyunggingkan senyum, menurunkan masker yang ia pakai, menatap gambar Clarisa yang sudah penuh dengan sayatan dari pisau. "Gak bakal gue biarin lu semakin bersenang-senang," desisnya yang melempar pisau yang sudah ia genggam tepat ke arah foto Clarisa. "Lu yakin mau sekarang? Gak nyari lagi waktu yang pas? Ini gak kecepatan?" tanya seorang laki-laki yang baru masuk ke dalam rumah, menghempaskan tubuhnya di sofa yang sudah tua. "Kapan lagi waktunya? Sampai gue ngeliat mereka makin mesra? Sadar lah, gue gak mau nyia-nyiain kesemparan bagus ini," ucapnya yang membenarkan tatanan rambutnya, menatap tajam laki-laki di depannya. "Wo

