Clarisa POV Aku menggeram saat ada lengan yang dingin menyentuh kulit pipi aku, mengerjap-ngerjapkan mata dan memfokuskan korna mataku pada satu objek manusia yang menatap aku dengan tatapan malas. Aku mengucek-ngucek mata dan mengusir Luthfi dengan gerakan lengan. Dia hanya mendesis dan menutup pintu kamar dengan sedikit membanting pintu, mungkin kesal tapi bodo amat deh. "Masih ngantuk banget," gumamku yang merubah posisi menjadi duduk, menepuk-nepuk pelan pipiku dengan kedua lenganku, menatap sekitar ruangan kamar sebelum tersenyum. "Gak boleh males Ca!! Inget jalan-jalan sama Zulfan hari ini!!" ucapku yang menyemangati diri aku sendiri. Aku mengambil handphone yang sengaja aku letakan di atas nakas dekat kasur, mengecek notif-notif yang udah banjir bandang

