“Kamu semau itu buat liat aku bahagia Ca?” tanyaku lagi yang langsung dia angguki, “aku bukan keluarga kamu loh Ca, aku cuman orang asing yang kebetulan dapet sebuah kesempatan menjadi orang deket kamu, jadi sahabat kamu.” “Ya karena itu, karena gak sengaja itu yang bikin Ica mikir buat bisa bikin orang disekitar Ica bahagia dengan adanya Ica, mau dia temen yang sekilas Ica temuin bahkan saat dia jadi lebih dari sekedar temen, jadi sahabat Ica kayak Zulfan ini, masa iya Ica mau egois dengan mengekang sesuatu yang sama sekali gak kamu suka.” “Kamu baik kayak gini karena alasan apa?” “Karena jadi orang baik yang peduli sama orang lain itu masih jarang, Ica mau jadi orang yang jarang banget orang lain temuin. Meskipun itu berarti harus ada yang Ica korbanin, entah dari segi waktu atau dari

