Aku merebahkan tubuhku di kasur setelah melakukan perjalan lebih dari empat jam dan itu aku harus duduk di mobil, apalagi perjalanan yang harusnya cepet berubah jadi lama gara-gara macet parah di tol dan di jalan biasanya. Aku memejamkan mata, menimkati dinginnya kasur yang sudah aku tunggu-tunggu tadi, memikirkan tawaran Zulfan besok pagi! Gak sabar!! “Kak itu ada bang Zulfan di bawah,” ucap Luthfi yang membuka pintu dengan tatapan malas ke arahku, aku langsung merubah posisi menjadi duduk. “Oke deh, oleh-oleh ada di kantong item tuh. Makanan khas di sana, ambil sana,” ujarku yang menunjuk ke beberapa kantong yang sudah aku bawa dari Puncak, emang gak banyak yang jadi ciri khasnya dari sana. Ekspresi Luthfi langsung berubah seketika, awalnya cemberut langsung berbinar

