Back to Zulfan POV Pembicaraan kami semakin seru dalam waktu singkat ini, bahkan yang lebih parah tawa mereka menggelegar ke penjuru cafe Orange's. Aku memilih untuk melepas hajatku di kamar mandi, sembari berpikir kenapa aku bisa bersahabat dengan duo gesrek itu? Kalau bisa sih, aku milih buat langsung pulang, malu kalau harus bawa-bawa mereka yang kelakuannya malu-maluin orang. "Zulfan buruan sini! Lama bener sih lu di kamar mandi!" teriak Arvan yang membuat aku harus lebih sering mengelus d**a, kelakuan gak ada akhlaknya mereka semua. "Anjir lu, bikin malu gue aja sumpah," ucapku saat sudah kembali duduk di tempatku semul. "Hahaha masih aja malu lu Zul, lu sama kita udah temenan dari SMP. Udah tau lah kelakuan kita kayak gimana," ucap Arvan yang menepuk pundakku dengan

