"Apa kau sudah kehilangan akal?" pekik Aaron dengan mata membulat. Napasnya berderu dengan sangat cepat seiring dengan emosinya yang menyeruak ke permukaan. Sesaat lalu, ia mendapat telepon dari nomor baru yang sempat membuat keningnya mengernyit. Mulanya, pria itu berniat untuk menolak panggilan tersebut mengingat ia tidak tahu menahu perihal siapa gerangan yang sedang berusaha menghubunginya. Akan tetapi, setelah dipikirkan kembali, Aaron pun merasa bahwa jika ia tidak menjawabnya, maka sampai kapan pun ia tentu tidak akan mengetahui tentang pemilik nomor tersebut yang baru kali ini mencoba melakukan panggilan ke nomornya. Untuk itu, demi mencari tahu mengenai pemilik nomor sekaligus tujuan apa yang dimiliki oleh si penelepon itu hingga harus menghubungi dirinya, maka pada akhirnya Aar

