Bagian 88

1837 Kata

Aaron mengurut pangkal hidungnya. Setelah sepanjang malam terjaga karena harus memantau kondisi ibunya yang sesekali mengalami mimpi buruk, ia pun lantas memutuskan untuk selalu berada di sisi Daisy hingga pagi menjelang. Wajah pria itu kini terlihat sedikit pucat. Sembari berjalan ke luar dari ruang perawatan intensif, ia pun tampak mengusap tengkuknya dan memberikan sedikit pijatan kecil demi mengusir kekakuan yang sempat menghinggapi tengkuknya tersebut. Aaron menguap lebar. Matanya pun terlihat memerah. Sepertinya, pria itu butuh tidur walau hanya beberapa menit saja. Mengingat setibanya ia di Newburgh ia pun langsung mendatangi rumah sakit dan tak sempat beristirahat terlebih dahulu, maka pantas saja jika sekarang ia merasa keletihan dan butuh tidur. Akan tetapi, Aaron bahkan belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN