Aaron melirik arloji yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Jarum jam sudah memasuki waktu makan siang, itu artinya ia harus segera pulang sekaligus memastikan keadaan Pricilla yang sudah ia tinggalkan tadi pagi. Jika teringat akan gadis tak berdosa itu, rasanya Aaron menyesal sekali karena sudah berkali-kali mempermainkannya. Padahal, Aaron bisa saja berbicara lebih dulu kepada gadis itu sebelum ia memutuskan untuk pergi menemui mantan kekasihnya. Namun yang terjadi malah sebaliknya, alih-alih berbasa-basi, ia justru malah pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun kepada Pricilla. "Aaron, kau sedang apa?" tanya seorang wanita yang baru saja muncul dari arah dapur. Menoleh ke sumber suara, si pria pun lantas menyunggingkan senyuman samarnya seiring dengan si wanita yang ki

