Bab 15 POV Mirza 1

1552 Kata

Tidak pernah dalam benakku akan pergi meninggalkan orang yang aku sayangi. Namun, kenyataan yang memaksaku untuk menjauh. Aku terpaksa pergi meski hati tidak meridhoi. Kupandangi dengan lekat wajah cantik yang selama enam tahun ini menjadi teman hidupku. Aletta Azzahra, itulah nama yang aku sebut saat ijab qobul. Wanita cantik berkulit putih itu tengah tertidur pulas di dalam dekapanku. Terus kupandangi wajahnya hingga tidak terasa air mataku keluar dengan sendirinya. Kuatkah aku untuk pergi meninggalkannya? Bisakah aku tanpa senyumannya? Harus bisa. Itu untuk kebaikan dan masa depannya. Satu tahun yang lalu, aku melakukan pemeriksaan ke sebuah rumah sakit dan hasilnya sangat membuatku terkejut. Aku divonis mengidap kanker otak stadium tiga. "Dokter tidak salah, kan? Coba dokter li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN