Takut

1043 Kata

Menangis adalah satu satunya hal yang Nila butuhkan saat ini. Gadis itu tidak peduli dengan kondisinya yang kacau. Tanpa atasan dan celana yang talinya putus satu. Kedua pria yang tewas itu benar - benar memberinya mimpi buruk. Sebuah selimut hangat membungkus tubuh Nila. Anggara secara mengejutkan memperlakukan Nila dengan penuh perhatian. Sangat berlawanan dengan sikapnya kemarin, pria itu memeluknya setelah membungkus Nila dengan selimut. "Kita harus pergi dari sini," ujar Anggara Nila terhenyak sesaat, sebelum kembali menangis. Anggara menggendong Nila yang masih menangis, dengan mudah seolah gadis itu tidak memiliki bobot tubuh. Kali ini Anggara memperlakukan Nila dengan sangat hati - hati seolah ia adalah benda berharga. Maaf, karena aku kamu mengalami ini, Nila. Cuma itu yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN