Penyesalan, hanya itu yang memenuhi hati Nila. Seperti obat yang menyesakkan tanpa ampun. Ia mengira jika Anggara menjadi iblis gila hanya karena ia permainkan ternyata kenyataan jauh lebih kejam dari yang terlihat. Dan dengan bodoh ia merasa menjadi korban. Kini, ia hanya berharap kedatangan Anggara. Yang mana sejak pria itu pergi, batang hidungnya tidak terlihat lagi. Sudah satu bulan lebih seminggu dan Nila selama itu seperti orang gila yang merindukan Anggara. "Nila, aku sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan," ucap Sena. "Terima kasih, tapi bukan itu yang aku ingin dengar. Aku hanya ingin tahu dimana Anggara, kenapa dia tidak terlihat selama seulan lebih?" gerutu Nila. "Aku juga tidak tahu. Kau pasti mengerti pekerjaannya di dunia hitam menyulitkan kami mengetahui informasi

