Nila dibiarkan kelaparan juga demam karena lukanya belum diobati. Ia pusing dan mulai mengenang kejadian beberapa bulan yang lalu ketika Anggara dan dirinya terdampar di pulau. "Kenapa para laki laki sangat suka memaksa," ucap Nila. Namun berbeda dengan Anggara, Devan melakukan ini untuk wanita lain. Pria itu serakah karena menginginkan dua wanita di pelukannya. "Huh, kau kira aku akan menerima pernikahan ini jika kau menyiksaku," gerutu Nila. Ia pun memejamkan mata. Meski perutnya yang lapar menyiksa, kulitnya yang perih juga membuatnya tak tahan. Nila memilih tidur karena lukanya sakit jika dipakai bergerak. Di dapur, Nina berjalan mondar- mandir dan tidak tenang. Ia tahu pasti Anggara akan marah besar kepadanya jika terjadi sesuatu pada Nila. Apalagi ia melihat Devan mencambuk N

