Nila pov. Tatapan mata lapar itu menembus jantungku. Aku tak bisa bergerak karena terpaku, tersedor dan terhipnotis dengan mudah. Menghantarkan perpaduan rasa marah dan gairah secara telak di dadaku. Aku tahu itu akan terjadi saat menginjakkan kaki di hotel ini. Tapi tetap saja aku tidak bisa berpaling dari mata nya yang gelap meski aku ingin menutup mata. Tak bisa lari dari jeratan nafs0 yang ia tawarkan. Sungguh aku benar benar bin4l. "Anggara... " desis yang keluar dari bibirku. Aku terus mencoba bertahan dari godaan Anggara. Terus berusaha berpikir waras dan tidak mengikuti arus percintaan yang Anggara berikan. Usaha seratus persen sudah aku lakukan. Sayangnya aku gagal dan kembali gagal untuk yang kesekian kalinya. Sentuhan Anggara membuat tubuhku mendamba dan memuja. Setiap gerakan

