"Anggara, jangan marah!" Nila masih mengejar Anggara yang berjalan ke arah mobil dimana ada banyak orang yang mengelilinginya. "Jangan ikuti aku jika hanya ingin menyelamatkan Cecil." Sesaat Nila lupa jika ia harus menenangkan Anggara agar bisa menyelamatkan Cecil. Kenapa aku begitu bodoh! Nila merasa bodoh karena harus bersusah payah menyelamatkan gadis yang selalu mencari masalah dengannya. Apalagi Anggara nampak tidak ingin didekati. Dia bersikap dingin dan seolah menghindarinya. Sikap yang berbeda dengan apa yang pria itu tunjukkan ketika ada di pulau Procida. Tidak, jika Anggara tidak perduli padaku pasti dia tidak akan datang. Nila pun dengan percaya diri masuk ke mobil Anggara. Mana mungkin laki - laki yang tidak perduli dengan seorang gadis akan datang mencarinya. "Stop,"

