Anggara akhirnya melepaskan Nila. Gadis itu terengah-engah dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Ranjang yang ada di bawahnya juga tak kalah basah. Namun harga yang ia terima adalah kesenangan yang luar biasa. Belum pernah ia merasakan hal seperti ini. Ini gawat, aku harus menghentikan kebiasaan ini. Dia pria berbahaya, ucap Nila dalam hati. "Aku akan mandi, dimana kamar mandinya?" tanya Nila. Anggara menunjuk ke arah sudut ruangan dimana ada lorong yang menuju ke arah walk in closet dan juga kamar mandi yang luas. Gayanya tetap cool dan dingin. Kesannya berbahaya dan seski benar benar tidak bisa lepas dari pria itu. Tanpa sadar Nila menatap Anggara yang tampan. Ia melihat bibir, tenggorokan dan ke arah jarinya yang kuat. Nila ingat jari -jari itu yang masuk dan memasang benda berget

