Untuk pertama kali setelah semua yang terjadi, Nila menjalani hidup normal. Ia bangun pagi, membuat sarapan, mandi dan lainnya seperti orang normal pada umumnya. Yang paling ia rindukan adalah memasak. Sungguh ia merindukan aktivitas seperti ini disaat semua dirampas oleh Anggara. "Akhirnya aku bisa menjalani hidup normal." Tidak ada Anggara, tidak ada mafia, tidak ada ancaman atau hinaan. Semuanya sangat tenang fan nyaman. Nila berharap jika semua ini akan berlangsung selamanya. Dalam kegembiraan yang ia rasakan, Nila mulai menari. Dia bergerak seperti berdansa seolah merayakan hari pertama normalnya. Ia berputar- putar, maju mundur hingga sampai di dapur yang minimalis. Gadis itu membuka kulkas untuk minum. "Aku harus mengisi kulkas," gumam Nila setelah melihat ia hanya punya air pu

