Anggara melirik jam artistik yang bersandar di pojok ruangan bersama dengan lukisan juga vas kristal raksasa di sana. Hari mulai dini hari tapi Nila belum pulang. Ini membuat Anggara merasa terganggu. "Kenapa dia belum pulang," gerutu Anggara. Ia yang tadinya duduk di sofa size King yang terbuat dari bahan kulit gelap, akhirnya berdiri. Otaknya yang galau menuntun kakinya untuk mondar mandir. Klik. Pintu terbuka ternyata pelayan yang datang. Ia adalah nenek Shio yang lama bekerja untuk Nila. "Anda belum tidur?" tanya Chio. "Belum Nek. Nenek tidur saja." "Nenek khawatir, Nila sejak tadi Nenek telepon tapi tidak diangkat." Anggara juga merasakan hal yang sama. Ia pun mengambil ponselnya. Jari- jarinya yang kuat dan panjang menekan tombol dan membawa ke telinga. Namun tidak ada jawa

