belum pernah bertemu wajah seperti itu (asing)

1561 Kata
saat itu di pertengahan tahun 2014 di musim panas, sebuah pernikahan yang sedang dilaksanankan. grusak-grusuk tengah ramai muda-mudi dirumah ibadah, " kumpul yuk bapak-bapak,ibu-ibu, dan ank-ank semuanya yuuuk kumpul disini " kata seorang mc yg berbadan kurus, tinggi, dan berbaju batik tersebut. Ada pemuda yang lumayan tampan, tinggi, putih, bersih sedang berjalan di halaman rumah ibadah tersebut untuk berkumpul bersama teman-temannya. "cekrek" foto yang sudah terjepret di halaman rumah ibadah "sekali lagi dong" kata wanita yang lumayan berkulit sawo matang, pendek, dan agak dekil. "cekrek" wanita itu langsung menghampiri smartphone yang memotret dirinya tanpa peduli melihat keadaan sekitar, ia perbesar foto-nya supaya terlihat jelas wajahnya, namun ia berpaling fokus kepada pria yang ada di foto-nya yang sedang berkumpul bersama teman-teman pria itu makin perbesar karena penasaran siapa pria tersebut. pria yang lumayan tampan,tinggi,bersih itu bernama Muhammad Fadilah Prasetya. Pria itu bukan dari kotanya, wajar saja wanita tersebut asing dengan wajah pria itu. Karena saking penasarannya, ia berkeliling mencari pria yang ada di foto-nya, hampir 360° badannya berputar hanya mencari pria itu. karena tidak bertemu juga wanita yang berkulit sawo matang bernama Aftita Tririca pasrah dan menutup ponsel-nya, akhirnya ia berjalan menuju keluarganya yang sudah kumpul di sebrang sana. "eh,eeh lu tau ga, tadi ada cewek yang PD banget doooong foto-foto di keramaian" kata pria yang bernama Fadillah tersebut. "aaaaaah yang itu, yaaa emang kenapa siih kayak lu gak pernah aja dah foto-foto ditempa ramai" balas temannya dengan sedikit sewot. " gua siiiih sering yaaaa foto-foto di tempai ramai, tapi lihat tempat juga dong ini kan bukan tempat wisata tapi rumah ibadah ngapain coba foto-foto di background kayak ginian. sahutnya dengan nada mengejek "iiiih biasanya lu enggak kepo-an jadi orang, tumben amat lu komentarin orang random" kata teman-nya yang biasanya pendiam saat berkumpul "hehehe bukan-nya apam itu saat dia foto kayaknya gua masuk daaaah di foto-nya" sambil senyum nyeringai dan garuk kepala. "Misi-misi pengantin wanita seudah keluar". Bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak yang sudah baris rapi sedari tadi pun berfokus melihat pengantin wanita-nya. "wiiiiih cantik yaaa" kata tita. pengantin wanita pun ikut masuk dalam barisan yang ingin menuju ke rumah pengantin pria. *saat sampai di rumah pengantin pria* "Ayo,ayoooo pengantin wanita sudah sampai" kata seorang mc tersebut. " pihak penyambut tari, tolong di kasih tauu saat sedang dikasih daun sirih, para barisan langsung masuk yaaa ke ruangan, masuknya di mulai saat tarian sudah selesai. Saat para carano sedang memberikan sirih kepadaengantin wanita dan pria "braaaak" fadilah menabrak tita. "santai doooong, gak usah pake nabrak-nabrak segalaa" kata tita yang mulai emosi, yaaa tita memang orangnya gampang emosi-an. fadilah tak peduli dengan perkataan tita sambil memukul pundak tita "eeeh minggir doong, lu gak nyampe juga kaaan buat liat proses pengantin ambil sirih, apa perlu gue gendong?" candanya sambil tertawa kecil. " iiih apan siih SKSD banget jadi orang" tita dengan memasang wajah jutek sambil menoleh ke belakang mencari sumber suara tersebut. Ternyata pria yang sudah di cari-carinya sejak di rumah ibadah itu muncul dihadapan-nya, sambil mengajak ngobrol pria tersebut. "eeh eh lu mau ke depan kaaan? niih gue kasih ruang buat melihat". "naah gitu dooong bocil, dari tadi kek" sambil memukul pundak tita. Tita agak kesel mendengarnya dan balas memukul pundak fadillah "bentar-bentar lu ngatain gue bocil?" "kenapa, emang badan lu pendek" fadillah menjawab dengan santai tanpa merasa bersalah. karena sudah agak lama ber-interaksi tita baru menyadari bahwa pria tersebut ternyata pria yang ia cari-cari sejak pagi tadi memerah wajah-nya sambil pergi mencari teman-nya karena bahagia pria yang ia cari selama ini bertemu lagi dengan-nya. "Mawar, mawaaaar" tita berteriak dari kejauha memanggil teman-nya. wanita yang bernama mawar ini berbadan ramping, tinggi, putih dan cantik menoleh kepada tita dan menghampiri tita sambil menarik tangan tita "tita lu darimana ajaaaa, gue cariin dari tadi iiiih" "hehehe gue abis liat proses pengantin ambil daun sirih tadi di depan" jawab tita sambil tengok kanan kiri mencari keluarganya. "eeeh masuk yuk kita ada ruangan khusus buat keluarga pengantin wanita niih" ajak mawar sambil menggandeng tangan tita. saat mereka duduk di ruangan tita berbisik kepada mawar "heeem lu tau gaaa, yang gue bahas tadi pas dirumah ibadah?" berharap mawar paham apa yang di maksud tita tiba tiba ada pihak keluarga pria masuk ke ruangan yang ada tita dan mawar di dalamnya. "yang dari keluarga pihak wanita belum makan kan yaaa, makan dulu yuk udah disiapin niiih di ruang tamu". tita langsung semangat mendengarnya "waaaaah bener niiih gue belum makan dari tadi, yaaa ampuuun gara-gara cowok tadi aku jadi ga fokus". tita membuntuti mawar ke ruang tamu. pihak keluarga pria sudah duduk dengan rapi yang di meja nya sudah tersedia banyak makanan "ayooo besan duduk hehe kita makan dulu yaaa sebelum acaranya dimulai" kata mama dari pengantin pria. setelah makan tita yang biasanya selesai makan ingin mencari tempat membuang pengar dan kentut-nya diruangan yang tidak ada orang sama sekali. ia kebingungan mencari tempatnya saatberkeliling ia menemukan halaman yang lumayan sepi lalu ia melakukan aksinya tersebut "pprrreeeet" kentut-nya sudah keluar dari perutnya "eeeeek" pengarnya mulai mengikuti kentutnya yang keluar dari mulutnya. "aaaah lega bangeet" kata tita sambil melanjutkan memakan camilan sementara di belakang halaman. "eeh buseet bau apa nih, lu kentut ya fiin?" fadillah yang menuduh sambil memukul punggung temannya itu menutup hidungnya. arifun yang juga menyium bau itu langsung ikut-ikutan menutup hidung "sumpah daaah bukan gua, gua ga kentut cuuuk" "alaaaaah siapa lagi kalo bukan lu!" fadillah mulai emosi. "kereseek" bunyi orang menginjak plastik. Fadillah dan arifin menoleh ke belakang sumber suara karena setelah mendengar bunyi orang menginjak plastik sekarang hunyi suara orang melangkah, fadillah dan arifin saling bertatapan karen penasaran siap yang ada dihLaman sepi ini selain mereka. sedangkan di depan halaman tita yang tampaknya sudah ketahuan, panik dan bingung untuk mencari tempat bersembunyi sudah tidak ada waotu agi untuk bersembunyi tita berpura-pura bermain smartphone-nya. fadillah dan arifin sedang berdebat mau disamperin atau tidak sumber suara injekan plastik itu "eeeh fin samperin dong kesana ada orang gaaa, lu kan gak takut sama hal-hal mistis" fadillah menyuruh sambil mendorong badan arifin. "aiih gak mungkin siang bolong kayak gini ada hantu" dengan percaya diri arifin melangkah maju menuju sumber suara tersebut. tita yqng mendengar percakapan mereka pun khawatir dan panik sibuk mencari tempat untuk bersembunyi, saat ingin bersembunyi arifin tiba-tiba mengangetkan tita "bwaaaaa, hayolooh ngapain sendirian disini" tita langsung saja kaget dan terbata-bata "eee... aku... akuu... heeem mau nelpon seseorang niiih makanya sendirian aja disini" tita berbohong "hahahahaha luuuu yang kentut kaaaan?" arifin memang tipe yang suka ceplas-ceplos langsung saja bertanya pada tita tanpa basa basi. sedangkan di belakang halaman fadillah masih menunggu arifin. karena bingung temannya kemana dan kahwatir tanpa ragu fadillah menjemput arifin. saat fadilah menuju ke depan halaman ia melihat arifin sedang mengobrol dengan wanita yang tidak ia kenal "fin, gua tungguin lu daritadi malah asik ngobrol sama cewek disini" omelnya fadillah. tita yang melihat ada fadillah pangsung bersembunyi di balik badan arifin. "udah berapa kali hari ini aku ketemu sama niiih cowok huh, hadeeeeh mau keluarin kentut dan pengar aja harus berdrama dulu" ucap tita dalam hati. "eeeh lu ngapain nyumput-nyumput disitu" fadillah sambil mengangkat kepalanya karena penasaran siapa wanita tersebut. tita langsung berdiri tegap dan mendekati fadillah "kenapa? gue kira siapa tadi hem" arifin yang sudah mengenali cewek itu langsung berkata "oooh eluuu si cebol, ngapain disini sendirian?" tita tak menghiraukan perkataan fadillah. tita yang sudah tau siapa orang-orang yang di belakang halaman tersebut langsung ingin mengakhiri pertemuan mereka "yaudah gue pergi dulu yaaa" kata tita sambil melambaikan tangan. arifin mencegat tita "bentaaar, nama lu siapa" tita mengangkat kepalanya untuk melihat arifin "heeem kita belum kenalan yaaa nama gue arifin, kalo luuu?" arifin sambil mengulurkan tangannya seperti siap untuk menjabat. "Nama gue tita, oh iyaaa gue mau pergi dan nelpon orang dulu yaaa bye-bye" pungkas tita yang mencari alasan untuk pergi dan menjauh dari mereka, saat ingin berbalik arah untuk pergi, fadillah langsung menghadang tita "tungguu... kita belum kenalan, lu gak mau kenalan sama gue?" tanya fadillah dengan memasang wajah sok gantengnya "heeem siapa ya, emang kita pernah bertemu?" tita pura-pura lupa dengan kejadian mereka berdua di saat proses pengantin pria dan wanita memakan sirih. "buset-buset lu lupa? ini gue yang ada di galeri lu pas lu foto-foto di halaman rumah ibadah" tita panik karena ternyata fadillah sadar bahwa dirinya masuk dalam foto-nya "haaah? foto apaan" tita masih ngeles pura-pura tidak tahu. arifin hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah temannya yang emang hobi ke PD-an itu. "dil, udah-udah kok malah debat siih itu tita katanya lagi mau nelpon seseorang. oh iya titakenalin ini temen gue namanya fadillah" pungkas arifin yang ingin menyelesaikan perdebatan tita dan fadillah. tita yang sebenarnya memang tertarik dengan fadillah kesenengan karena sekarang ia sudah tahu nama cowok tersebut. "heeem nama gue muhammad fadillah prasetya, kalau lu namanya siapa tadi, tita?" fadillah menyambungkan perkataan arifin. "tita, nama gue aftita tririca" fadillah yang emang hobinya agar terlihat beda dari yang lain berkata "gue panggil lu rica aja gimana? biar bedaa dari yang lain hehe" tita tak senang ada orang yang suka asal-asalan mengubah namanya menurutnya tita sudah paling bagus tidak ada yang lain "haaaah rica? haduuuh udah deeeh nama gue tuuh tita gak usah di ubah-ubah ya" tita sambil ngedumel "yeeee kan biar beda dari yang lain ye gaak fin?" fadillah sambil menanyakan arifin setuju atau tidak dengan statementnya saat ini dan ia kembali menatap tita mulai mengedip mata-nya kepada tita. arifin langsung menggeret temannya karena sudah malu melihat gombalan fadillah terlihat cringe dan agak geli.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN