Akhirnyaaa.. kami kenalan

1383 Kata
"bentar-bentar rica, ca gue minta nomor luu dong, eeh kalo gaaak lu ada BBM gaa?" fadillah memulai aksi buaya darat -nya. tita yang dari awal sudah tertarik kepada fadillah langsung tersipu saat dimintai kontaknya "gue ada BBM kok" tita menyahut fadillah dengan antusias. fadillah langsung mengwluarkan smartphonenya dan menyodorkannya kepada tita "ketik disini dong Pin BBM lu, ntar gue ping, lu save yaaa kontak gue". Arifin melihatnya dan membuatnya tak mau kalah dengan fadillah segera memberikan smartphonenya kepada tita "uuuy gue juga dong" tita yang sedang sibuk mengetik pin BBM-nya menjawab "minta ke fadillah aja yaaa, ntar kamu BBM aku aja fin bakal ku save koook" fadillah memasang wajah memelet untuk meledek arifin yang gagal meminta pin tita.saat selesai mengetik "dah yaaa, gue mau pergi dulu tita pergi dari halaman tersebut dengan wajahnya yang ceria seperti sedang bergejolak cinta dan segera mencari keluarganya di tengah keramaian. "oiiiit, lu kemana aja siih" tiba-tuba mawar menepuk pundak tita "habis buang angin gue, kayak biasalaaah" jawab tita dengan santai sambil memegang smartphone-nya menunggu fadillah BBM dia. "oh iyaaa, lu tau gak saudara-saudara dari pengantin pria? ganteng-ganteng dan keren-keren banget loooh, emang yaaa beda wajah orang-orang kota sama desa tuuuh" mawar yang sedang ingin menunjukkan siapa yang dia maksud. tiba-tina fadillah, arifin dan teman-temannya muncul mendekati tita "rica, gue belum BBM lu niiih karena gak ada jaringan disini" tita yang tadinya fokus bermain smartphone-nya tiba-tiba melirik fadillah "hadeeh gue tungguin daritadi mana lu gak BBM gue tuuuh" cetus tita dengan sambil menggerutu. fadillah senang mendengarnya dan mengambil smartphone tita "eeh lu ngapain siiih" tita bingung dengan sikap fadillah yang daritadi senyum tipis. "elu nungguin kaan? nih pin guee, udah gue masukin ke smartphone lu ntar malem chat-an yaaa kalo smartphone gue udah ada jaringan" fadillah pergi sambil melambaikan tangannya ke tita. mawar yang daritadi hanya bengong melihat percakapan tita dan laki-laki yang bernama fadillah tersebut. tita mencoba menyadarkan mawar "oiiiiyt, mingkem tuh mulut masuk lalar ntar" tita sambil menekan ke atas dagu mawar. "bentar-bentar jadi selama ini lu kenal sama tuh cowok kok bisa, oh iyaaa namanya siapa?" mawar penasaran dan bertanya pada tita. tita sambil berpaling badannya menjawab pertanyaan mawar "gak sengaja gue kenalnya, itu yang agak putih daripada yang lain namanya fadillah sedangkan yang disampingnya tadi pakai baju warna hitam namanya arifin" setelah itu tita membuka smartphone-nya danmembuka profil BBM fadilah "wiiiih sereeem jugaa tita ke kondangan langsung dapat cem-ceman hahaha" mawar yang sebenarnya agak cemburu mulai menjpdoh-jodohkan tita dengan fadillah. tita tak terlalu peduli tapi tetap membalas celotehan ngawur temannya "cem-ceman apaan gua aja biasa aja sama dia gak ada aneh-aneh, dan yang pasti fadillah ga mungkin banget suka sama gue". *saat acara sudah selesai.....* *keesokan harinya* masih pagi.. tita datang lagi ke rumah pengamtin pria kali ini hanya saudara-saudara baik dari pengantin pria maupun wanita yang datang karena acara sudah selesai dari tadi malam. saat tita ingin masuk ke dalam rumah pengantin pria iya melihat dRi kejauhan ada fadillah yang sedang tidur di ruang tengah, wajar saja karena saking ramai-nya keluarga pengantin pria yang datang makanya laki-laki muda tidur di ruang tengah ramai-ramai. tita berjalan pelan-pelan menuju dapur karena takut membangunkan yang sedang tidur bersama ibu dan sepupu-sepupunya. tita ikut mebantu beres-beres didapur dan membantu packing beberapa camilan yang akan dibawa keluarga-keluarga pengantin pria dan wanita yang datang dari jauh. saat selesai membungkus beberapa camilan ibu-ibu di dapur menyuruh beberapa wanita muda untuk mengantarkan beberapa cemilan yang sudah dibungkus dengan cantik ke keluarga-keluarga yang sudah ditanadi nama-nya. pas sedang membagikan cemilan terakhir di tangan "drrrt,drrrt" smartphone tita bergetar tanda ada notifikasi masuk. karena tinggal 1 cemilan lagi ia mengabaikan smartphone-nya dan terus sibuk membagikan cemilan. karena sudah selesai membagikan cemilan ia baru membuka smartphone-nya ada notif BBM dari fadillah yang berbunyi "tunggu gue di halman belakang kayak kemaren yaa" karena ia capek yang tidakmberhenti beoerja sejak awal datang, ia memilih mengabaikan perintah fadillah saat ingin duduk tiba-tiba menarik tangan tita dan membawanya ke halaman belakang. "dil,dillah ngapain siiih narik-narik tanganku" tita menggerutu karena tidak senang dipaksa ke halaman belakang. fadillah tidak peduli dengan kekuhan lita dan langsung bertanya "lu gak buka smartphone lu tahgue BBM dari tadi sampai spam chat looh" fadillah yang agak kesal mulai ngomel-ngomel kepada tita. "kenapa dillah mau bahas penting kaah?" tita yang capek malas untuk mengomel membalas omelan fadillah dan memilih mengalah. tiba-tuba fadillah memegang kedua tangan tita dan berkata "taa, gue tau ini terlalu awal, tapi gue harus jujur dari sekarang" mendengar itu tita mulai deg-deg-an dengan pernyataan fadillah "heeem maksud kamu apa dil?" fadillah mulai menunduk dan menyatakan perasaannya "guee... gueeeee heeem" berhenti sejenak karena fadillah gugup sedangkan tita sudah tidak sabar dengan apa yang dikatakan fadillah "lu kenapa dil?" "guee suka sama lu taa" sambil melepas tangannya tita. mendengar itu tita semakin berdebar jantungnya dengan percaya diri tangan nya yang sidah dilepas fadillah kini tita yang bergantian meraihnya. "dil, kamu serius? sejujurnya gue juga suka sama lu dari awal berjumpa, pas kamu ada di fotoku aku penasaran kamu niih siapa karena kamu asing awalnyaaa". fadillah mendengarnya kesenangan dan ingin memeluk tita tapi ia lupa kalau ini tempat yang bisa di akses siapa aja akhirnya dia tidak jadi memeluk tita. "taa, hari ini gue pulang ke kota gue, tapi gue janji gue bakal sering kesini dan bakal ngajak lu main, selama ini kita LDR dulu gpp kan?" tita tak peduli hubungannya akan seperti apa ia hanya mengangguk-ngangguk saja. mereka berdua keluar dari halaman tersebut dan bergantian keluarnya agar tidak ketahuan sedangkan mawar yang daritadi mencari tita akhirnya melihat batang hidung tita "oiyyyt, lu darimana aja diiih gue cariin daritadi" mawar mrnghampiri tita "eeee... gue habis ke kamar mandi niih" tita berbohong karena takut ketahuan mawar bahwa dia habis saja bertemu dengan fadillah. mawar mengajak nya pulang ke rumah karena keluarga pihak wanita dan pri yang datang dari jauh sudah pergi. tita bersedih oarena harus berpisah dengan fadillah. *saat sampai dirumah tita* mawar ingin menumpang ke kamar mandi tita. tita di kasur sambil BBM-an dengan fadillah saat mawar selesai dari kamar mandi ia langsung ikut tiduran dikasur tita dan melihat tita yang sedang BBM-an dengan fadillah. mawar pun kaget karena proses pendekatan tita dengan fadillah sangat lancar "gileeeee.. gileee lu BBM-an sama fadillah? yaudah arifin buat gue yaa" mawar meledek tita dengan tertawa terbahak-bahak. tita langsung menatap wajah mawar dengan serius, mawar yang bingung oenapa dengan temannya bertanya "heeem.. eee kenapa niiih kok masang wajah serius banget siih lu ta" "lu jangan bilang siapa-siapa, janji?" sambil menodorkan jari kelingkingnya kepada mawar. mawar ikut alur saja seperti yang tita inginkan ia menodorkan jari kelingkingnya juga untuk bersipang dengan jari kelingking tita "janji" katanya. "gue sama fadillah udah jadian" mawar kaget dan berjerit "haaaaah? tunggu-tunggu maksud lu udah jadian secepat itu?" tita hanya menggangguk drngan memasang wajah polos. mawar yang agak bingung dengan jalan pikiran temannya membujuk temannya agar tidak menjadi cewek gampangam "ta gue mohoon sama lu kalo jadi cewek jangan mudah di dapat masak iyaa baru 1 hari kenal udah jadian". tita berpikir ulang mendengar ucapan temannya "iyaa siiih kayak mudah banget yaa gue di dapatin. "dddrrrt" ada notif masuk BBM dari fadillah. mawar yang melihat langsung memegang badan tita "dengerin gue yaaa, lu jangan langsung balas BBM dari fadillah kita maen tarik ulur dulu, jangan kelihatan banget kalo lu suka sama dia, okeee?" tita menurut saja apa kata temannya itu. keesokan harinya "drtt drrt ddrt" notif masuk berkali-kali BBM masuk dari fadillah. tita bimbang apakah ia buka sekarang atau tidak karena tak tega ia langsung membalas dengan cuek "kenapa? aku lagi sibuk niiih jangan chat dulu ya" "drrrt" Fadillah membalas BBM tita "kenapa ta, gue ada salah ya sama luu? kok cuek banget" tita membacanya sambil kebingungan apakah ia harus mengikuti hatinya atau perkataan mawar. "gapapa, akhir-akhir ini aku agak sibuk jadi jarang buka HP dil" fadillah membacanya makin bingung bukannya kemaren tita memanggilnya dengan nama kesayangan "ngay" yang berasal dari kata yang hurufnya di balik. "tuuh kan, kemaren kamu manggil aku ngay kok sekarang manggil nama aja?" tita mencari alasan "heeem maaf aku kurang fokus niih yaudah nanti kita chat-an lagi yaaa aku lagi sibuk niih" fadillah orang yang bukan tipe basa basi langsung mengambil mobil-nya dan menuju ke rumah tita walaupun jaraknya ratusan kilo karena mereka beda kota. tita yang sedang tertidur di kasurnya berpikir "aaah apa gue keterlaluan yaaa cueknya? heeem bodoamat deeeh" *4 jam kemudian* "assalamualaikum,assalamualaikum tita titaa" fadillah yang sudah sampai di rumah tita mengedor pintu tita. tita mendengarnya panik ia tidak menyangka bahwa fadillah senekat itu. karena sedang tidak ada orang di rumah akhirnya tita membuka pintunya. fadillah tiba-tiba memeluk tita dengan erat dan membawanya ke dalam rumah. sedangkan tita yang memang rindu dengan fadillah memeluk erat kembali. sudah sekitar 5 menitan mereka berpelukan akhirnya lepas juga, fadillah dengan wajah agak panik "kamu kenapa siiih akhir-akhir cuek banget sama aku" tita yang tipenya anak polos langsung jujur saja "jadi mawar udah tau kalo kita udah jadian, tapi dia bilang supaya aku gak jadi cewek gampangan aku harus pakai trik tarik ulur ngay". tita menjawab sambil cemberut
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN