Yudistira menghela napas panjang, suaranya terdengar berat di telinga Kirana yang masih berdiri kaku di teras lobi. Dengan langkah yang pasti, dia mendekati Kirana, tangannya meraih lengan gadis itu dengan tekanan yang tidak terlalu keras, namun cukup untuk membuatnya mengikuti. Sorot matanya yang dingin sempat melirik ke arah mobil yang masih terparkir, di mana Ardha Banyu—pria yang pernah dia lihat di acara Sabtu lalu—duduk di balik kemudi. Yudistira masih mengingat jelas bagaimana Kirana menjelaskan tentang Ardha kepadanya dan sekarang dia bisa merasakan betapa tegangnya situasi ini. Kirana merasakan genggaman Yudistira tidak sekeras yang dia khawatirkan. Meski ditarik, langkah Yudistira tidak terburu-buru atau kasar, hanya penuh ketegasan. Saat mereka berjalan menuju lobi, Kirana sud

