Sinta melirik Kirana di sampingnya. Sepanjang perjalanan menuju kantor Gravira Holding pagi itu, Kirana tampak lebih pendiam dari biasanya. Matanya menatap keluar jendela, wajahnya masih menyisakan bayangan kejadian tadi malam. Mereka sepakat tidak membicarakannya lagi sebelum tidur, tapi suasana hati Kirana jelas masih terbebani. "Kamu mau laporkan soal Monica ini ke Yudis?" tanya Sinta akhirnya, memecah kesunyian di dalam mobil. Kirana menggeleng pelan, masih menatap jalanan yang dilalui. "Tidak. Aku tidak ingin terlihat lemah atau seperti tukang mengadu. Aku akan mengurusnya sendiri, Sin." Sinta mengembungkan pipinya, sedikit frustrasi. "Kalian kan mau menikah Sabtu ini. Jangan sampai hal-hal seperti ini mengganggu fokus kalian." Kirana akhirnya menoleh, memberikan angguman kecil. "

