89. Terkendali

1331 Kata

Saat bel pulang berbunyi, Kirana segera membereskan meja kerjanya. Ponselnya bergetar—sebuah pesan dari Sinta yang memberitahu bahwa ia sudah menunggu di area parkir. Dengan cepat, Kirana mengemas tasnya dan beranjak dari kursi. "Kirana, yuk barengan!" seru Puspa yang sudah berdiri di depan kubikelnya, tas tangan tergantung di bahu. "Iya, Mbak, aku ikut." Kirana menyusul Puspa, dan mereka berdua berjalan berdampingan menuju lift yang sudah dipadati karyawan lain yang juga hendak pulang. "Eh, besok kita lunch di restoran baru yuk! Katanya enak, lagi ada diskon pula," ajak Puspa bersemangat. "Yura mau ikut. Kamu gimana, Ran?" "Besok? Uh, maaf ya Mbak, besok aku nggak masuk," jawab Kirana sambil menyesuaikan langkah. Puspa mengerutkan kening. "Kenapa? Ada acara apa?" Dari belakang, Kira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN