Kirana menatap Yudistira yang terdiam setelah ucapannya. Ruangan hening sejenak, hanya diisi oleh detak jantungnya yang berdebar kencang. "Kalau—" "Oke, kita nikah." Yudistira menyela dengan suara yang tegas dan tanpa keraguan, memotong kalimat Kirana yang belum sempat terucap. Kirana terkesiap, matanya membelalak. "Serius?" tanyanya, suara bergetar antara harap dan tidak percaya. "Ya," jawab Yudistira, tangannya meraih jari-jari Kirana dan menggenggamnya erat. "Tidak perlu restu dari ayahku. Yang penting orang tuamu merestui kita." Kirana menggigit bibir bawahnya hingga nyaris memutih. Restu? Jangankan keluarga Yudistira, keluarganya sendiri mungkin akan menolak. Bagaimana mungkin mereka menerima mantan menantu keluarga mereka sendiri menjadi pasangan anak mereka? "Tadi katanya mint

