79. Pertengkaran Sengit

1438 Kata

"Berani benar kamu bawa dia pulang, Ran!" hardik Amira begitu Kirana dan Yudistira menginjakkan kaki di teras rumah. Suaranya menusuk, penuh dengan amarah dan celaan. "Mir, jangan mulai," balas Kirana dengan ketus, tak mau kalah. Matanya membelalak menantang. "Yudis tidak ada urusan denganmu. Dia ikut aku pulang karena ingin bertemu Ayah." Tanpa ragu, dia menggandeng tangan Yudistira erat-erat dan menariknya masuk ke dalam rumah. Amira terpaksa menyingkir, namun tatapannya tak lepas dari Yudistira. Saat pandangan mereka bertemu, Yudistira hanya membalas dengan wajah datar tanpa ekspresi. Sesak itu kembali dirasakannya, padahal dulu Yudistira sangat memuja dirinya dan sekarang, tatapan memuja itu berubah menjadi penuh dengan kebencian. Sesampainya di ruang tamu, Kirana nyaris tercekik me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN