Menjelang malam Edwin baru sampai di apartemen Mei, dicocokkannya nomor apartemen Mei, ah ya benar, pikir Ed. Ia pencet password kamar sesuai tanggal lahir Mei, ini nih info dari mama, dan terbuka otomatis pintu apart Meisya. Dilangkahkan kakinya pelan tanpa bunyi. Edwin membuka sepatu dan meletakkan travel bag di ruang tamu, ia buka jaketnya dan diletakkan di atas travel bagnya. Ed mencari Mei, kemana tuh anak, ealaaah tidur sama bukunya, dasar bocah, buku berserakan di mana-mana. Mana bajunya ya ampun, bikin Edwin seneng aja. Adu duuuuh tanktopnya sudah nggak bener, sampek perut keliatan semua, celana pendek yang pendek banget, namanya aja celana pendek heleh. Edwin hanya geleng-geleng kepala melihat model tidur Mei, ia tepuk pelan pipi Mei. Mei menggeliat-geliat. "Eh sapa sih,

