Dua Puluh Dua

1411 Kata

Mei mulai memejamkan matanya sesaat setelah pesawat takeoff. Mei terlihat tidur nyenyak dan tanpa sengaja kepalanya menyentuh bahu James. James membetulkan posisi kepala Meisya agar nyaman di bahunya. James pun memejamkan matanya yang mulai terasa ngantuk. Satu jam kemudian Mei bangun,  membuka matanya perlahan, dan kaget mengetahui kepalanya ada di bahu James,  dengan cepat mengangkat kepalanya, dan duduk menyandarkan punggung dan kepalanya pada kursi pesawat. "Kenapa, tidurlah, masih tiga jam lagi Mei,  nggak papa tidurlah dibahuku," James memandangnya dari samping. Mei diam saja. "Nggak,  sudah nggak ngantuk,  maaf tadi nggak sengaja," sahut Mei pelan. "Sengaja pun nggak papa," sahut James tetap memandang Mei. "Aku nggak mau gurau males," Mei menekuk wajahnya. "Aku kan sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN