Dua Puluh Satu

1162 Kata

Meisyaa menunggu sampai James selesai makan, ia pandangi James yang menikmati masakannya. Hmmm orang aneh, cueknya minta ampun sama mahasiswa, tapi kalo sama aku kok amit-amit tingkahnya. Pikiran Mei berhenti berkelana saat James tiba-tiba mengangkat wajahnya dari piring yang ia hadapi. "Mulai sadar kan,  kalau aku lebih menarik dari kakakmu?" James tersenyum sambil meraih gelas minumnya. "Bener,  mulai sadar kalau kamu nggak waras," ujar Mei sewot. Terdengar tawa James sambil melangkah ke dapur. "Ayolah cepat James,  carikan cara agar kita selesai bermain opera kayak gini, aku nggak mau nanti semakin banyak yang tersakiti," Mei menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. James hendak berbicara saat poselnya berbunyi nyaring. Ah dari mama pikir James. Halo mama Mama ingin bicara pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN