Dua Puluh

1282 Kata

“Nggak usah narik-narik tanganku James,  aku bisa jalan sendiri,  lagian gak usah pegang-pegang," Mei berusaha menarik tangannya dari genggaman James. James melepaskan tangan Meisya, mereka berjalan beriringan menuju apartemen James. Saat akan masuk Meisya menarik bagian belakang jas James. "Apa salahku,  kenapa aku harus dihukum?" Meisya terlihat tidak suka. James menoleh dan menarik Meisya masuk. "Duduk," suara James terdengar berat dan kaku. Untuk pertama kali Meisya merasa takut melihat James. Mata Meisya mengerjab-ngerjab menatap James dan duduk di sofa. James duduk di dekat Meisya menatap Meisya dengan pandangan menusuk meski dalam hati ia tidak tega melihat mata Meisya yang takut dan mengerjab dengan cepat. "Aku tidak suka kamu dekat dengan anak itu,  sejak awal aku melihat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN