Chapter 20

1439 Kata

Takdir? Aku baru saja membersihkan diri. Sudah tiga hari kami di rumah sakit. Keadaan Mamah sudah membaik. Mamah bahkan sudah bisa berjalan-jalan dan sekarang sedang ditemani Hana berjalan-jalan seputar rumah sakit. Papah sedang ada urusan sedangkan Papah mertua harus menghadiri rapat. Aku sendiri sedang memaksa memasukkan makanan ke mulutku. Bagaimanapun putriku butuh makan. Dia harus sehat. Cukup bapaknya yang sakit, aku dan anakku jangan. Sesekali aku memasukkan makanan sambil menoleh ke layar televisi. Meski dengan terpaksa akhirnya aku bisa menghabiskan makananku. Selesai makan, aku segera mencuci tanganku dan keluar dari ruang inap Mamah. Suasana rumah sakit masih sepi, jam baru menunjukkan pukul setengah enam. Aku berhenti mendadak menatap seseorang yang tampak berusaha masuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN