40|| PELANGI DAN RENCANA

651 Kata

Pelangi masih menangis di dalam kamarnya. Ia duduk dengan kedua tangan memeluk lutut. Matanya sudah sembab, hidungnya pun sudah merah. Dan juga, suara isakan tangisnya masih terdengar. Pintu kamar Pelangi terbuka menampilkan sosok sang Mama. Rani menatap anak semata wayangnya dengan sedu. Terkadang air matanya pun ikut turun. "Pelangi sayang, makan dulu yuk." ajak Rani kepada anaknya. Pelangi mengangkat kepalanya menatap sang Mama sebentar, lalu menenggelamkan Wajahnya lagi. Rani mengelus bahu Pelangi sayang. "Sayang, yuk makan." ajak Rani sekali lagi. Kali ini Pelangi menggelengkan kepalanya kuat. "Pelangi cuma mau Mas Rama balik sama Pelangi. Hiks," ucap Pelangi, di sela Isak tangisnya. Rani menghembuskan nafasnya kasar. "Buat apa kamu masih memikirkan Laki-laki tidak bertanggun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN