Pembalasan yang Indah

1102 Kata

"Di...," kata Ria lirih saat melihat apa yang dia muntahkan. "Gak apa-apa, kamu muntahkan saja semuanya, itu akan lebih baik. Dan aku pastikan kamu akan baik-baik saja!" kataku memberi kekuatan dan kesabaran pada Ria. Aku cukup memahami keadaan Ria saat ini, jika aku menjadi Ria, pasti merasakan apa yang Ria rasakan. Dia terlihat begitu kaget dan shock dengan apa yang di lihatnya. Bagaimana tidak, dia memuntahkan kelabang yang cukup banyak dan aku hanya bisa mengepalkan tanganku untuk menahan amarah yang sudah memuncak. Uuueeekkk... lagi, Ria memuntahkan kelabanh dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Kali ini Bagas tidak tinggal diam, dengan sigap dia langsung memijit pundak Ria dan kelabang itu mulai keluar lagi dari mulut Ria walau dia tanpa memuntahkannya. Kelabang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN