Dokter b******k

1027 Kata

Tik... tok... tik... tok... bunyi detik jam yang bertengger di dinding kamar rawat Ria seolah terdengar begitu keras. Iramanya yang begitu syahdu terasa bagai menyayat jiwa. Suara detik jam itu menjadi satu-satunya suara yang berada di ruangan ini. Tidak ada pembicaraan antara aku dan Pak Imam, ah... maksudku Bagas. Kami hanya terdiam tanpa kata. Sesekali aku melirik Bagas yang tengah asyik memainkan ponselnya sambil sesekali melirik ke arah Ria, memastikan jika temanku itu baik-baik saja dan masih terlelap dalam tidurnya. Sepertinya, bagi Bagas ponsel lebih menarik daripada terlibat pembicaraan apapun denganku. Sempat tepikir dalam benakku jika dia tak mau berbicara denganku karena takut aku bertanya mengenai tujuan dia menyamar menjadi pelayan. Benar aku penasaran dengan ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN