Aku menatap tajam pada orang yang sedari tadi membantuku menolong Ria. Ya, aku tahu dia rekan Hendra--mungkin. Kenapa aku bilang mungkin, karena selama beberapa hari ini aku hanya mengenal dia sebagai seorang pelayan, bukan seorang Polisi. Tapi malam ini, dia datang ke rumah sakit bersama pria itu hingga membuatku bertanya-tanya akan jati dirinya. "Ndan...," katanya sambil menatap ke arah Hendra seolah meminta persetujuan darinya. "Sudahlah, Pak Imam sebaiknya jujur saja tentang jati diri bapak agar tidak terjadi kesalah pahaman antara saya dan Bapak!" kataku dengan suara yang sedikit meninggi dan lebih menuntut. Ya, pria yang sedari tadi menolongku untuk menolong Ria adalah Pak Imam, pelayan resort yang membawa Ria ke rumah sakit. Sebenarnya aku ingin bertanya sejak tadi, ta

