Kulihat Ria mulai memejamkan matanya memasuki alam mimpi yang semoga saja jauh lebih indah dari kenyataan yang baru saja di laluinya. Sepertinya pengaruh obat tidur yang di berikan dokter bekerja dengan cepat. Setelah Ria benar-benar terlelap,aku segera menuju sofa yang ada di kamar rawat inap. Sebagai kamar kelas VVIP, fasilitas yang di tawarkan memang sangat lengkap. Mulai dari sofa, lemari, ac, lemari pendingin dan beberapa fasilitas lainnya. Kurebahkan tubuhku sesaat di atas kursi, berharap semua kepanikan dan ketakutanku tadi dapat menghilang dari tubuh dan pikiranku. Sesekali kulirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam tapi Hendra belum juga tiba di rumah sakit, sepertinya dia ada tugas dadakan sehingga terlambat untuk datang. Aku terus menatap jam dinding ya

