"Di...," samar aku mendengar suara Ria di pagi buta seperti ini. Aku menggerakkan tubuhku secara perlahan dan mengangkat tangan Hendra yang melingkar di pinggangku. Ya, aku memang tidur di dalam pelukannya setelah bergadang karena ulahnya. Setelah memindahkan tangan Hendra, aku segera membetulkan ikat rambutku dan mulai melangkah menghampiri di mana Ria berbaring dan baru saja membuka matanya. "Ada apa?" tanyaku setelah berada di sampingnya. "Yang semalam itu siapa?" tanya Ria yang sepertinya teringat akan kejadian semalam di mana dia di serang oleh sesosok perempuan dan membuatnya mengalami luka cakar di mana-mana. Aku hanya dapat menarik napas dalam dan membuangnya secara perlahan kemudian menggelengkan kepala tanda jika aku pun tak tahu siapa sosok perempuan itu. Aku mema

