Cahaya Merah

993 Kata

Sinar lampu mulai memasuki celah di bawah bulu mataku yang lentik. Perlahan aku mulai membuka mata dan menyesuaikan penglihatanku dengan cahaya lampu yang menerangi tapat di iris mataku. Sesekali aku mengerjap hanya agar kedua bola mataku dapat menerima sinar yang terasa begitu terang--lebih terang dari biasanya. "Di... kamu sudah sadar Di?" terdengar suara Ria yang begitu senang saat melihat kedua bola mataku telah terbuka dengan sempurna. Aku tak segera menjawab pertanyaan Ria, aku memilih untuk memerhatikan keadaan di sekitarku. Dinding kayu bercat Coklat dan dihiasi sebuah jendela bertirai bunga-bunga menjadi satu hal yang aku lihat saat melihat ke sisi sebelah kanan. Pandanganku tak terhenti di sana, aku melihat ke sisi lainnya dan di sana terdapat sebuah lemari kayu dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN