Aku menatap dua benda yang Hendra berikan padaku. Sedikit aneh memang karena dia tiba-tiba menunjukkan sesuatu yang bahkan menjadi bukti sebuah pembunuhan yang sedang dia selidiki. Sebelumnya, dalam kasus apapun dia tak pernh menunjukkan barang bukti bahkan tak pernah membicarakan mengenai pekerjaan. Tapi sepertinya kali ini berbeda dari biasanya. Aku mengangkat kalung berliontin tulang yang berbentuk cula hewan namun berukuran mungil itu hingga sejajar dengan kedu iris mataku. Aku memerhatikannya dengan seksama dan liontin itu berputar ke sana-ke mari karena bergelantungan. Ada sebuah rasa yang aneh saat aku memerhatikan kalung itu. Kepalaku terasa begitu berat dan pusing yang teramat mulai melanda hingga aku hampir memejamkan mataku karen pusing jika saja Hendra tak menarik

